PAD Pemkot Ternate Tahun 2022 Tidak Capai Target

Kepala BP2RD Ternate Jufri Ali
Kepala BP2RD Ternate Jufri Ali

TERNATE – Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Pemkot Ternate yang telah ditetapkan dalam APBD sampai akhir tahun 2022 tidak tercapai, dimana PAD yang ditargetkan sebesar Rp.154.057.010.943 realisasinya sebesar Rp.89.677.610.764.33 atau 58,21 persen sesuai data Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) per 28 Desember 2022.

Kepala BP2RD Kota Ternate Jufri Ali mengatakan, data realisasi PAD sampai pada 31 Desember 2022 pihaknya masih menunggu rekapan dari bank yang sampai kini belum diterima, jika sesuai dengan data per 28 Desember 2022 dimana total PAD yang ditargetkan pada 2022 sebesar Rp.154.057.010.943 realisasinya sampai 28 Desember sebesar Rp.89.677.610.764.33 atau 58,21 persen.

Dari jumlah realisasi tersebut kata Jufri, pajak daerah yang ditargetkan sebesar Rp.64.340.500.000 realisasinya sebesar Rp.65.987.124.676 atau 102,56 persen, sementara retribusi daerah dari target Rp.33.500.000.000 realisasinya sebesar Rp.18.197.912.388 atau 54,32 persen, sedangkan hasil kekayaan yang dipisahkan dari target sebesar Rp.5.000.000.000 realisasi sampai 28 Desember sebesar Rp.2.877.193.432.16 atau 57,54 persen, serta total lain-lain PAD yang sah dari target Rp.51.216.510.943 terealisasi sebesar Rp.2.615.380.268.67 atau 5,11 persen.

“Capaian yang melebihi target hanya sektor pajak, sementara retribusi yang paling rendah pencapaiannya sampai 28 Desember itu retribusi pelayanan pasar yang dikelola oleh Dinas Koperasi dan UMKM, dari target Rp.205.000.000 tapi realisasinya Rp.15.624.000 atau 7,62 persen,” ungkapnya, saat dikonfirmasi Rabu (4/1/2022).

Untuk sektor retribusi yang pencapaiannya sampai akhir tahun 2022 masih rendah ini kata dia, di tahun 2023 ini sudah harus dilakukan intensifikasi dan ekstensifikasi dengan mengoptimalkan system pengawasan serta pendataan terkait potensi yang dimiliki oleh jenis retribusi.

Dikatakan Jufri, ada beberapa retribusi seperti retribusi parkir ditepi jalan dapat ditingkatkan, sebab menurutnya banyak potensi yang lose, sehingga pengawasan harus ditingkatkan, kemudian system digitalisasi harus dikembangkan.  Dia juga menyarankan wilayah pemungutan harus diperluas.

“Kalau wilayah pemungutannya sampai di bastiong harus diperluas sampai di Jambula, karena banyak parkiran tepi jalan umum yang bisa jadi potensi,” tandasnya.(cim)