TERNATE – Pemilik pangkalan minyak tanah (mitan) Julia, diduga melakukan pungli ke warga di tiga RT, yakni RT 04, RT 05 dan RT 06 Kelurahan Tobololo, Kecamatan Ternate Barat. Pemilik pangkalan yang mendistribusikan minyak tanah ke warga ini, memungut setiap kepala keluarga sebesar Rp25.000 untuk kupon minyak tanah.
Hal ini membuat warga resah, karena sudah berlangsung sejak lama, pungutan ini kemudian membuat warga kesal dan melaporkan kejadian itu ke DPRD Kota Ternate. Pada Senin (13/09/2021) Karang Taruna Kelurahan Tobololo menyurat ke DPRD meminta agar DPRD dapat menindaklanjuti keluhan mereka ini.
Ketua Karang Taruna Tobololo Arham Goma mengatakan, sebelumnya sudah ada kesepakatan antara pemilik pangkalan minyak dan warga secara resmi, dalam kesepakatan itu disepakati pengambilan minyak tidak menggunakan kupon, kemudian pengambilan minyak warga cukup menunjukan kartu keluarga (KK), dan penjualan minyak tanah dilakukan selama tiga hari.
“Ini karena mereka ini biasanya menjual minyak hanya satu hari, sementara saat penjualan minyak itu ada sebagian warga yang tidak tahu karena mereka beraktivitas di kebun, saat pulang minyak sudah habis bahkan sudah tidak lagi ada penjualan,” katanya.
Kondisi seperti ini kata dia, berlangsung cukup lama, tapi saat ini justru pemilik pangkalan menjual kupon ke warga sebesar Rp25.000. “Ini sudah melanggar kesepakatan yang ditandatangani itu,” ungkapnya.
Bahkan kupon itu di jual ke 160 KK yang berada di tiga RT tersebut, penjualan minyak sesuai dengan jumlah jiwa, dimana setiap jiwa mendapat 5 liter.
“Sementara jumlah jiwa di tiga RT itu sebanyak 600 lebih,” ungkapnya. Pangkalan minyak Julia ini melayani minyak tanah di Tobololo sejak tahun 2015, bahkan pungli ini sempat dihentikan, karena warga protes, tapi justru minyak tanah banyak di jual di luar Tobololo, sekarang aksi pungli ini kembali dilakukan. “Kami minta DPRD sebagai wakil rakyat segera menyikapi ini, karena hal ini sangat memberatkan warga. Bayangkan saja 25.000 kemudian dijual ke 160 KK berapa banyak yang mereka dapat,” tegasnya.
Pihaknya juga mengharapkan, apa yang dikeluhkan warga ini dapat direspon juga oleh Pemkot Ternate. “Kalau boleh pemerintah segera menggantikan pangkalan yang lain, karena hal ini sangat meresahkan warga. Apalagi sebagian besar warga beraktivitas sebagai petani yang ketika datang beli minyak tapi sudah habis dan itu berulang kali terjadi,” tutupnya.(cim)

