Pasca Iduladha, Lapak Pedagang Buah Diarahkan Menghadap ke Terminal

Faizal Badaruddin
Faizal Badaruddin

​TERNATE – Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memastikan rencana penataan ulang lapak pedagang di Pasar Buah akan segera dilaksanakan. Berdasarkan kesepakatan terbaru, para pedagang akan mengubah posisi berjualan mereka menjadi menghadap ke arah dalam terminal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Ternate Faizal Badaruddin menyatakan, langkah ini diambil setelah pihaknya melakukan pertemuan resmi dengan para pedagang pada Senin (20/4/2026).

​Dalam pertemuan tersebut, para pedagang menyatakan dukungannya terhadap program penataan kota, namun mereka mengajukan permohonan terkait waktu pelaksanaan.

“Para pedagang meminta agar penataan tersebut dilakukan setelah hari raya Iduladha. Saya sudah laporkan hal ini kepada Wali Kota, dan beliau telah menyetujui permintaan para pedagang tersebut,” katanya, pada Selasa (28/4/2026).

​Dengan adanya kesepakatan ini, penertiban secara paksa tidak akan dilakukan, karena para pedagang berkomitmen untuk melakukan penyesuaian posisi lapak secara sukarela setelah masa lebaran kurban usai.

Faizal menyebut, penataan pedagang buah ini tidak hanya bertujuan untuk memperindah estetika kawasan pasar, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang lebih luas.

​Menurutnya, kedepannya, area yang saat ini digunakan pedagang untuk menghadap ke jalan (timur) akan dikosongkan untuk mendukung fungsi terminal yang lebih tertib. Dimana, seluruh aktivitas belanja buah akan diarahkan ke dalam terminal, sehingga tidak ada lagi kendaraan yang parkir sembarangan di bahu jalan.

Dikatakannya, penataan ini diharapkan dapat juga berdampak ke para sopir angkot. Karena dengan posisi pasar yang menghadap ke dalam terminal, masyarakat yang selesai berbelanja buah akan lebih mudah mengakses angkutan umum yang sudah tersedia.

“Ini juga menjadi upaya kita untuk membantu meningkatkan pendapatan para sopir angkot yang saat ini mulai tergerus,” ungkap Faizal.

Mengenai pemanfaatan lahan yang kosong setelah pedagang berbalik arah, Faisal mengungkap, hal tersebut akan dikaji lebih lanjut sesuai dengan denah penataan yang ada. Sebab fokus utama saat ini adalah memastikan transisi berjalan lancar secara sukarela tanpa gangguan aktivitas ekonomi warga.*
Editor: Hasim Ilyas