TERNATE — Dinas Kesehatan Kota Ternate menyampaikan kronologi pelayanan terhadap Tn. MH (70), pasien Puskesmas Perawatan Moti yang meninggal dunia sebelum dapat dievakuasi ke rumah sakit rujukan.
Penjelasan ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate dr. Fathiyah Suma untuk memberikan gambaran utuh mengenai proses pelayanan pasien, termasuk penanganan medis, proses rujukan, serta perkembangan kondisi pasien selama berada di UGD Puskesmas Perawatan Moti.
Pasien datang ke UGD Puskesmas Perawatan Moti pada pukul 08.30 WIT dengan keluhan lemas yang disertai pembengkakan pada kaki dan tungkai kanan yang telah dialami sekitar dua hari.
Setelah mendapatkan penanganan awal, dokter yang bertugas menginstruksikan agar pasien dirujuk ke rumah sakit. Atas permintaan keluarga, pasien memilih RS Darma Ibu sebagai rumah sakit tujuan rujukan karena sebelumnya pasien memiliki riwayat dua kali menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.
Proses rujukan kemudian dilakukan. Pada pukul 10.00 WIT, petugas menghubungi RS Darma Ibu dan setelah mendapatkan persetujuan penerimaan pasien, proses rujukan dilanjutkan melalui aplikasi Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (SISRUTE). Pihak Puskesmas juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait kebutuhan ambulans laut untuk membawa pasien ke rumah sakit rujukan.
“Pada pukul 11.40 WIT, ambulans laut Bahim mendapatkan persetujuan untuk persiapan rujukan. Namun, dalam proses menunggu kedatangan ambulans, kondisi pasien mengalami perubahan. Sekitar pukul 12.00 WIT, kondisi umum pasien sempat menurun. Petugas melakukan observasi dan upaya stabilisasi terhadap pasien,” jelas Fathiyah, pada Selasa (1/9/2026).
Dikatakannya, pada pukul 15.15 WIT. Tingkat kesadaran pasien menurun dengan GCS 10–11 atau somnolen. Petugas terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pasien dan secara bersamaan tetap melakukan koordinasi, namun kondisi pasien kemudian semakin memburuk. Pada pukul 16.00 WIT, tingkat kesadaran pasien semakin menurun. Sekitar pukul 17.00 WIT, pasien telah mengalami koma.
“Pada pukul 17.15 WIT, pasien menghembuskan napas terakhir dan dinyatakan meninggal dunia di UGD Puskesmas Perawatan Moti,” ungkapnya.
Dinas Kesehatan Kota Ternate menyampaikan bahwa sepanjang pasien berada di Puskesmas, petugas tetap melakukan pemantauan dan penanganan terhadap perkembangan kondisi pasien, sementara proses rujukan terus dikoordinasikan.
Dengan demikian, kronologi pelayanan menunjukkan bahwa pasien tidak berada dalam kondisi stabil selama menunggu proses evakuasi. Kondisi pasien mengalami penurunan, sempat mendapatkan stabilisasi dan menunjukkan perbaikan, namun kemudian kembali mengalami penurunan kesadaran secara progresif hingga akhirnya koma dan meninggal dunia.
Menurutnya, Dinas Kesehatan Kota Ternate turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum. Peristiwa ini juga memperkuat komitmen pelayanan kegawatdaruratan dan sistem rujukan kesehatan di wilayah kepulauan.
Dinas Kesehatan memastikan bahwa setiap proses pelayanan pasien menjadi perhatian serius, termasuk koordinasi rujukan dan dukungan transportasi kesehatan antarpulau, agar masyarakat di wilayah kepulauan tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat, tepat dan berkesinambungan.*
Editor : Hasim Ilyas
