TIDORE – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Dinas Kesehatan menerima jatah vaksin jenis sinovac sebanyak 2.254 dosis untuk Kota Tidore Kepulauan.
Vaksin tersebut diserahkan langsung oleh Dinas Provinsi Maluku Utara yang diterima langsung oleh Sekertaris Daerah M. Mifta Baay dihalaman Kantor Walikota Tidore Kepulauan, didampingi sejumlah pimpinan OPD.
Usai penyerahan, vaksin jenis sinovac tersebut kemudian disimpan digudang penyimpanan/cold chine vaksin. Vaksin tersebut direncanakan diberikan kepada sejumlah relawan yang sudah siap untuk disuntik.
Dimana dari 2.254 dosis vaksin itu, digunakan sebanyak dua kali, Sekertaris Daerah M. Mifta Baay usai penyerahan pada Kamis, (14/1/21) mengatakan, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan setelah menerima Vaksin, direncanakan pada Jumat (15/1/2021) akan dilakukan rapat tindaklanjut bersama Walikota Tidore Capt. Ali Ibrahim terkait dengan kelanjutan vaksin tersebut.
“Besok dilakukan rapat pemantapan bersama dengan Pak Walikota, dan hari Senin akan dilakukan launching pemberian vaksin perdana yang disaksikan oleh Walikota,” kata Mifta Baay.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan dr. Abdullah Marajabessy mengatakan bahwa vaksin sinovac itu akan dilakukan pemberian kepada relawan sebanyak dua kali, dimana untuk satu orang akan disuntik sebanyak dua kali.
“Kami rencanakan untuk launching perdana ini dilaksanakan di Kantor Walikota Tidore Kepulauan, dan yang nantinya melakukan vaksinasi adalah petugas dari Puskesmas Soasio, karena di wilayah ini (Kantor Walikota), merupakan wilayah kerjanya Puskesmas Soasio,” tambahnya.
Untuk suntik vaksin tersebut akan dilakukan sebanyak tiga tahap, dan tahap pertama diprioritaskan untuk tenaga kesehatan. Karena tenaga kesehatan mudah tertular dan menular. Tahap kedua akan diberikan kepada instansi pelayanan publik, seperti Polri, TNI, Pengadilan, PDAM, dan instansi lainnya. Sementara untuk tahap ke tiga akan diberikan kepada masyarakat yang sering berkerumun dalam melakukan aktifitas keseharian, seperti Pedagang Pasar Sarimalaha, dan lain sebagainya.
“Pemberian Vaksin ini masih dikhususkan kepada tenaga medis, kemudian hanya untuk mereka yang tidak mengalami gejala sakit,dan untuk mereka yang sudah terkonfirmasi corona maka sudah tidak perlu di vaksin, jadi sebelum dilakukan Vaksinasi, itu dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu,” jelas Abdullah. (ute)

