LABUHA – Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Babang mengemukakan, pelabuhan Babang terancam dihantam banjir ketika terjadi curah hujan dengan intensitas tinggi bila sungai mati belum dinormalisasi.
Buktinya, hujan lebat yang terjadi Sabtu 6 November 2021, tidak hanya rumah dan sejumlah rumah fasilitas ikut terendam banjir, tak terkecuali pelabuhan Babang. Pelabuhan utama kabupaten itu pun terpaksa menghentikan aktivitas bongkar muat pekan kemarin.
“Muara kali mati (barangka-red) saat hujan turun airnya mengalir begitu kencang sehingga bakal merusak pelabuhan Babang,” kata Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Babang Rosihan Gamtjim, Rosihan, Selasa (9/11/2021) kemarin.
Menurutnya, solusi untuk menghindari musibah, sungai tersebut harus dinormalisasi. Karena itu, ia meminta pemerintah setempat normalisasi sungai tersebut. “Normalisasi itu mulai dari muara kali mati karena sudah dangkal sejajar dengan jalan sehingga hujan sedikit pasti banjir,” ungkap Rosihan.
Sebelumnya, kata dia, pihaknya meminta Pemda Halsel dalam hal ini dinas terkait untuk melakukan normalisasi sungai mati tersebut sehingga tiba hujan tidak terjadi lagi banjir. Namun, sampai sekarang belum ada respon dari pemda setempat karena terkendala dengan anggaran.”Kami sudah berkoordinasi dengan Dishub, namun belum ada, bahkan kita sudah menyurat ke bupati terkait normalisasi,” tambah Rosihan. (nan)

