Ikram mengaku, aktivitas kapal Feri Weda-Patani juga akan mengurai transportasi jalan darat Weda-Patani dan sebaliknya bahkan sampai ke Gebe.
Dan dalam jangka panjang secara pararel pelabuhan UPP Kelas II Weda akan dikembangkan dan menjadi hub distribusi barang ke Weda dan dari Weda ke wilayah Jawa dan komoditas perkebunan menjadi barang utama yang akan dimuat ke kontainer.
“Saya telah mempertimbangkan hal ini karena ikut membahas kerjasama antara Kemenhub dengan Bank Dunia untuk membuka aksesibilitas dan distribusi barang dan jasa di wilayah NTT, Maluku dan Maluku Utara,” sebut Ikram.
Karena itu setelah 2 minggu menjabat Pj. Bupati Halteng, dia langsung memanggil kepala UPP Kelas II Weda untuk membahas lahan hibah dan Rencana Induk Pelabuhan, serta DLKR dan DLKP. “Saya berterima kasih kepada Menteri Perhubungan dan Dirjen Perhubungan Darat, Menteri BUMN, dan seluruh pihak yang ikut mempercepat proses pembangunan dan nantinya dioperasionalkan pada bulan april 2023 nanti,” tandasnya.
IMS juga ingin menjadikan Weda sebagai hubungan utama antar wilayah agar ekonomi wilayah meningkat, lapangan kerja bertambah dan meningkatnya peluang usaha dan pendapatan masyarakat di sekitar pelabuhan feri, baik di Weda Patani dan Gebe.
Tak itu saja, dari aspek lingkungan Ikram telah mengarahkan Kadis Perhubungan Halteng agar berkoordinasi dengan Kadis Lingkungan Hidup untuk membantu menyiapkan anakan pohon mahoni agar ditanam disekitar halaman kantor agar tidak terlihat gersang.
“Dan jika nanti pohonnya tumbuh area pelabuhan feri lebih terlihat hijau dan sejuk, serta memberikan perlindungan bagi masyarakat yang memanfaatkan pelabuhan Feri sebagai pintu masuk keberangkatan dari Weda,” tutupnya. (udy)
