DARUBA – Sebanyak 40 orang pelaku bisnis kuliner dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pulau Morotai dilatih tata kelola bisnis dan pemasaran oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Pulau Morotai, Selasa (05/07/2022).
Pelatihan itu digelar selama 3 hari mulai tanggal 5 hingga 7 Juli 2022, bertempat di Jababeka Resort, Desa Juanga. Kegiatan pelatihan dibuka langsung oleh Asisten I Setda Pulau Morotai, Muhlis Bay bersama Kepala Dinas Pariwisata Pulau Morotai, Kalbi Rasyid.
“Satu hal yang harus diketahui bahwa Morotai memiliki kekayaan alam dengan balutan keanekaragaman budaya dan mewarisi peradaban Perang Dunia ke II dikawasan Pasifik, ini merupakan sebuah mahakarya yang luar biasa yang harus kita syukuri dengan menjaga, merawat serta melestarikan untuk generasi yang akan datang,” ucap Muhlis membuka sambutannya.
Kata Muhlis, dengan potensi yang ada, Pemkab Pulau Morotai telah membangun sejumlah kawasan untuk menjadikan daya tarik wisata, baik daya tarik wisata alam, budaya, maupun wisata buatan di beberapa titik dalam wilayah Kabupaten Pulau Morotai.
“Tentu dalam mengembangkan potensi pariwisata Pulau Morotai yang kurang lebih berjumlah 58 destinasi menjadi daya tarik wisata, pemerintah memiliki keterbatasan, baik dari sisi finansial maupun SDM. Untuk itu dengan pelatihan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat selaku sektor privat untuk bersinergi dan komitmen pemerintah dalam mengimbangi pembangunan infrastruktur dan pembangunan SDM,” ujar Muhlis.
Menurutnya, ada tiga hal penting yang menjadi fokus utama untuk dikembangkan, yaitu tata kelola destinasi, pengembangan bisnis pariwisata dan strategi pemasaran pariwisata yang berdaya saing.
“Tiga hal ini saya berharap kedepannya tata kelola destinasi pariwisata haruslah terstruktur dan sinergitas untuk mencakup fungsi koordinasi, perencanaan, implementasi dan pengendalian organisasi yang inovatif dan sistematik antara pemerintah dengan pemangku kepentingan,” harapnya.
Terpisah, Kadispar Pulau Morotai, Kalbi Rasyid kepada Fajar Malut mengatakan, target kegiatan adalah penambahan informasi yang lebih baik bagi pengelolaan bisnis pariwisata yang ada di Kabupaten Pulau Morotai dari sisi kapasitas agar kompetensi mereka bisa meningkat.
“Maka yang menjadi harapan besar bagi Dispar adalah dengan adanya pelatihan ini bagian dari upaya peningkatan SDM untuk para pelaku pariwisata yaitu agar kompetensi dan kapasitas mereka bisa meningkat, setelah dilatih melalui pelatihan ini. Selain itu juga, ada beberapa stakeholder yang kita undang, terutama bagi pelaku bisnis pariwisata,” tandas Kalbi.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Pulau Morotai, Rusli Ismail menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan dengan berlandaskan pada Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2022 tentang petunjuk teknis penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik dan penyelenggaraan kepariwisataan tahun anggaran 2022.
“Pelatihan ini juga bertujuan untuk menjawab tantangan persaingan di industri pariwisata, jadi pelatihan ini dilakukan dengan tiga metode yaitu penyampaian materi 50 persen diskusi kelas 20 persen dan 30 persen praktik lapangan setelah itu dievaluasi kembali kepada peserta,” jelasnya.
“Jadi harapannya dengan pelatihan ini dapat memberikan dampak yang positif dalam pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Pulau Morotai,” tutup Rusli. (fay)
