Pemanfaatan Kendaraan Dinas Tergantung Wali Kota

TERNATE – Sejumlah kendaraan dinas yang telah ditarik dari mantan pejabat di Pemkot Ternate, bahkan yang dimutasi ke instansi lain pada Rabu (12/10/2022) kemarin oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat melakukan pendampingan Bidang Aset BPKAD Kota Ternate, nantinya dilaporkan hasilnya ke Wali Kota. Untuk pemanfaatan kendaraan dinas tersebut diserahkan ke Wali Kota untuk menentukan

Kabid Aset BPKAD Kota Ternate Salim Albaar mengatakan, penarikan asset ini setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menghubungi untuk melakukan pendampingan penarikan asset baik itu asset bergerak maupun tidak bergerak, dimana asset tidak bergerak milik Pemkot Ternate salah satunya rumah Dinas DPRD yang berada di sekitar SMA Negeri 8.

“Jadi KPK meminta kita siapkan data kendaraan dinas yang dibawah oleh pejabat yang sudah mutasi, pensiun. Setelah kita bicarakan beberapa OPD dengan itikad baik sudah mengembalikan, dimana jumlahnya terus bertambah dimana sampai kemarin 33 unit dari data awal 51 unit, saat ini pengembaliannya sudah menembus diangka 80 unit,” ungkapnya.

Menurut dia, bagi mereka yang belum mengembalikan disepakati saat rapat pada Rabu pagi kemarin dilakukan penarikan secara langsung, dan pada 6 lokasi ditambah Pemda Provinsi Malut, dari 6 lokasi itu sudah langsung diamankan sebagiannya dan dikumpul di depan kantor Dinas Perkim.

“Nantinya kita laporkan ke pak Wali Kota terkait pengembangannya, sehingga nanti dari pak Wali yang mengarahkan untuk dikembalikan ke OPD semula, nanti pembagiannya mereka yang atur,” ungkapnya.

Untuk kendaraan dinas yang masih dikuasai Marwan Do Dasim kata dia, apapun kondisinya kendaraan tersebut harus dihadirkan, jika proses selanjutnya seperti apapun tetap harus dikembalikan.

“Alhamdulillah pak Abdullah Tahir sebelum tim turun ke lapangan mobilnya sudah dikembalikan, dan kuncinya sudah diserahkan ke Bidang Aset nanti kita proses selanjutnya kita laporkan ke Wali Kota dan kita kembalikan ke Sekretariat Daerah, tapi untuk Abdullah Tahir dia bisa membeli mobil itu karena jatahnya sebagai Wakil Wali Kota, jadi kita amankan dulu kalau ada niat untuk membeli mudah-mudahan secepatnya bisa direalisasikan, begitu juga dengan pak Arwan Alhamdulillah kendaraannya sudah diserahkan,” tandasnya.(cim)