DARUBA – Dua unit MCK yang dibangun di Satuan Pemukiman (SP) 4 Desa Dehegila Kecamatan Morotai Selatan sejak 2019 dikeluhkan warga setempat. Pasalnya, bangunan yang menghabiskan dana puluhan juta itu hingga kini belum bisa digunakan.
Mursid salah satu warga setempat mengatakan, dua unit MCK itu belum bisa digunakan karena belum memiliki pipa air.
“MCK yang dibangun di Blok A dan Blok B ini kami tidak gunakan, yang ada ini hanya bangunannya saja, sementara airnya tidak pasang, sehingga kami tidak bisa gunakan,” ungkap Mursid, kepada sejumlah wartawan, Kamis (28/1/2020).
Masalah ini, kata dia, sudah disampaikan berulang kali ke Pemerintah Daerah namun belum juga ditindaklanjuti. “Kami berharap Pemda Morotai secepatnya turun ke lokasi untuk melihat kondisi bangunan MCK, dan melakuan pemasangan jaringan air sehingga bisa digunakan,” harapnya.
Terpisah mantan Pj Kades Dehegila, Said Pagama, saat dikonfirmasi terkait masalah itu dirinya mengatakan, untuk masalah jaringan air yang hingga kini belum terpasang di dua MCK itu bukan lagi tanggungjawab dirinya, karena seluruh anggaranya sudah ditranfer ke mantan Direktur PDAM Syakir Sandri.
“Angggaran pemasaran air semuanya sudah saya transfer ke pak Syakir Sandri, semasa beliau masih menjabat Direktur PDAM Morotai tahun 2019 senilai Rp 75 juta,” ungkap Said. “Jadi uang yang saya transfer ke pak Syakir itu tidak hanya pemasangan air di bangunan MCK, tetapi juga terdapat 50 titik lokasi di SP4,” tambahnya.
Ditanya berapa anggaran masing-masing yang dialokasikan untuk dua bangunan itu, Said mengaku, untuk anggaran per unit Rp 8 juta, sehingga jumlah totalnya Rp 16 juta.
“Awalnya saya kira anggarannya per unit 20 juta, tapi begitu saya lihat hanya 8 juta,” katanya. Sementara itu, Mantan Direktur Perusahan Air Minum Daerah (PDAM) Pulau Morotai Syakir Sandri, saat dikonfirmasi belum dapat tersambung hingga berita ini dipublikasikan. (fay)

