JAILOLO – Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Pemkab Halbar) terpaksa mengajukan permohonan pinjaman ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia (RI) senilai 300 Miliar.
Hal itu diungkapkan oleh Bupati Halbar James Uang saat dikonfirmasi baru-baru ini halaman kantor Bupati Halbar.
Menurut orang nomor satu di Kabupaten Halbar , Usulan pinjaman yang dilakukan Pemkab Halbar adalah salah satu bentuk terobosan untuk melakukan program penataan wajah Kota Jailolo yang berlokasi di FTJ hingga penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH),serta Program Infrastruktur Jalan Goin Kedi, jalan pusat kota jailolo, Jalan menuju Tosoa, Ibu, Tobaol, Naga dan Jalan Tacim Goro-Goro.
“Jadi dalam waktu tiga tahun itu kita butuh percepatan pembangunan kalau hanya mengandalkan APBD yang ada sekarang itu tidak bisa, padahal langkah Pemda bagaimana supaya mendorong percepatan pembangunan dalam masa Jabatan tiga tahun 5 bulan ini,” katanya.
Dikatakan, dirinya juga mengungkap bahwa,pihaknya telah melayangkan permohonan pinjaman tersebut ke pihak terkait yakni Kemenkeu RI Sebesar Rp 300 Miliar.
Meski begitu, lanjut James, pihaknya juga masih menunggu soal penggunaan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). serta menyebutkan pengajuan tersebut, sejumlah dokemun admistrasi persyaratan sudah dikantongi oleh pihak Kemenkeu, namun jumlah nilai yang diajukan belum dipastikan terealisasi sesuai syarat yang telah diajukan. “Ini masih sifatnya permohonan belum tahu nanti dijawabnya berapa,” kata mantan anggota DPRD Halbar ini.
Dirinya juga menjelaskan, upaya yang dilakukan Pemkab Halbar terkait pinjaman dimasa kepimpinan James Uang dan Djufri Muhamad diiyakan oleh oleh Undang-undang,asalkan pinjaman yang diusulkan benar-benar tepat pada sasaran.
Selain itu,ketika disentil terkait pinjaman yang dilibatkan Sarana Multi infrastruktur (SMI), dirinya mengatakan bahwa pihaknya masih dalam tahapan pengkajian. “Kita masih lakukan kajian dulu.” singkatnya. (ais)

