“Kita minta ada peran serta dari kepala desa melakukan pembersihan lingkungan, sebab Pengasapan atau Fogging saja tidak cukup untuk membunuh Nyamuk Malaria,” pinta Asia
Mantan Direktur RSUD Labuha itu bilang kegiatan fogging tidak terlalu efektif karena hanya membunuh nyamuk malaria dewasa, sedangkan jentik atau telur nyamuk tidak sema sekali.
“Inti dari pemberantasan Nyamuk Malaria atau DBD bukan pada fogging melainkan pembersihan lingkungan. Sekarang lagi dibentuk pemantau jentik nyamuk (Jumantik) dalam pengendalian DBD di setiap Desa, dimana petugas ini berperan memantau keberadaan nyamuk di tempat penampungan air di setiap lingkungan sehingga angka bebas jentik (ABJ) bisa tercapai,” teranga Asia
Adik kandung mantan Wakil Bupati Iswan Hasjim ini menambahkan, dalam mengatasi wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) Dinkes Halsel sudah lakukan kegiatan pengasapan atau fogging di sejumlah desa dan sekolah dalam wilayah ibu kota Labuha yang menjadi titik sarang nyamuk.
Adapun jadwal fogging yang dikeluarkan Dinkes , yakni 24 Agustus 2022 lokasi TK Insan Kamil dan RT 07 Desa Tomori, 25 Agustus lokasi SD Insan Kamil Tomori dan Kompleks Kota Popo Labuha.
Tanggal 26 Agustus lokasi Desa Labuha dan SMP Insan Kamil Desa Hidayat, kemudian 27 Agustus lokasi kompleks Palm B Musholah Tomori dan Desa Hidayat.
Di tanggal 28 Agustus di kompleks SD Alkhairaat Labuha dan Desa Rawabadak Amasing Kota Utara, kemudian tanggal 29 Agustus lokasi komplek Mongga Labuha dan SD Muhajiddin serta di tanggal 30 Agustus Selasa kemarin fogging dilaksanakan di pemukiman warga komplek Sungai Ra Marabose. (nan)
