WEDA – Situasi dan kondisi Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) saat ini tengah dilanda banjir di sejumlah kecamatan akibat intensitas hujan yang cukup tinggi. Akibatnya ratusan warga disejumlah desa harus dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
Untuk mengatasi problem itu Pemda Halteng melalui Wakil Bupati Abd Rahim Odeyani melakukan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Maluku Utara. “Curah hujan yg melanda Maluku Utara khususnya Kabupaten Halmahera tengah saat ini adalah bukan rekayasa manusia tetapi ini adalah rekayasa pencipta (Tuhan), peristiwa semacam ini sering terjadi berulang kali dalam kurung waktu beberapa tahun silam,” kata Wabup.
Wabup juga mengungkapkan bahwa setelah dilakukan pengamatan lapangan atas meluapnya air sampai ke pemukiman warga maupun fasilitas umum yang terjadi utamanya di Kecamatan Weda Selatan adalah akibat dari daya dukung sungai Kluting yang tidak mampu lagi menampung debit air sehingga Pemda Halteng mengambil langkah-langkah penting.
Wabup mengaku langkah tersebut sejak tanggal 25 Juli Pemda melalui BPBD turun ke lokasi mendata warga dan pemukiman serta sarana umum lainnya, selain itu Pemda mengarahkan alat berat seadanya membersihkan selokan air yang tersumbat di pemukiman warga maupun fasilitas umum. “Pemda melalui BPBD menerjunkan personil dan peralatan seperti perahu karet untuk membantu warga yang terkena dampak banjir,” ucapnya.
Selain itu juga Pemda melalui Dinas Sosial menyiapkan dapur umum dan makanan untuk warga yang berada di pengungsian, tidak itu saja Pemda melalui Puskesmas dan Dinas Kesehatan menerjunkan tenaga medis dan obat-obatan guna merawat warga yang sakit akibat banjir. “Langkah penting lainnya adalah Pemda berkoordinasi denga Balai Cipta Karya untuk membantu penanganan rehabilitasi lokasi fasilitas umum diantaranya sekolah dan pesantren Salman Alfarizi yang rusak akibat banjir,” tukasnya.
Ketua DPD Nasdem Halteng itu juga mengaku Balai Wilayah Sungai pada Sabtu atau Minggu pada bulan ini akan menerjunkan 2 alat berat untuk melakukan normalisasi sungai Kluting termasuk dengan normalisasi Sungai Yevetu. “Pihak Balai Wilayah Sungai Malut akan membangun tanggul sungai Kluting termasuk drainase yang parmanen di tahun anggaran 2021,” akunya.
Wabup berharap kepada semua pihak termasuk para camat, aparat desa, pemuda, tokoh masyarakat untuk tidak saling menyalahkan. “Tetapi mari secara bersama-sama membantu dan mendorong kepada petugas yang sementara sedang bekerja di lapangan,” tutup mantan Ketua DPRD Halteng itu. (udy)

