Para ibu adalah pendidik pertama bagi anak-anaknya. Sebagai rumah pertama cakrawala dan pengetahuan anak-anaknya dibentuk. “Itulah mengapa ibu disebut sebagai madrasatul ula,” tambahnya.
Pada kesempatan ini, kita juga tidak boleh melupakan pentingnya peran perempuan dalam masyarakat, tidak hanya sebagai ibu dalam keluarga, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan.
“Perempuan Indonesia, termasuk ibu-ibu di daerah kita, telah menunjukkan kontribusi yang luar biasa dalam berbagai sektor. Mulai dari dunia pendidikan, kesehatan, Ekonomi, hingga politik, perempuan selalu hadir dengan ide, karya, dan perjuangan,” terangnya.
Peringatan Hari Ibu tahun ini mengangkat tema “Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya, Menuju Indonesia Maju”. Tema ini mengingatkan kita tentang pentingnya pemberdayaan perempuan dalam segala aspek kehidupan.
“Pemberdayaan perempuan bukan hanya tentang memberikan akses yang setara, tetapi juga Memberi ruang bagi perempuan untuk berkarya, berinovasi, dan berpartisipasi dalam proses pembangunan yang berkelanjutan,” harapnya.
