Pemkab Haltim dan Halteng Sepakat Bangun Jalan Baru

Bupati Ikram Malan Sangadji bersama Wabup Haltim Anjas Taher diapit Wakil Ketua DPRD Haltim Idrus Maneke dan Ketua DPRD Halteng Sakir Ahmad

WEDA – Meningkatkan Aksesibilitas antar wilayah Kabupaten Halmahera Timur dengan Kabupaten Halmahera Tengah, membuat Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Timur berencana mendorong percepatan pembangunan jalan ruas Maba-Sagea dan ruas Ekor-Trans Kobe.

Rencana tersebut membuat Wakil Bupati Haltim Anjas Taher bersama sejumlah kepala OPD melaksanakan kunjungan kerja ke Halteng sekaligus berkoordinasi dengan Penjabat Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji.

Menurut PJ Bupati Halteng Ikram Malan Sangaji, maksud dari rakor tersebut selain silaturahmi juga dalam rangka peningkatan aksesibilitas dan konektivitas dua wilayah yang bersahabat yang bertetangga kemudian bagaimana memperat lagi dan meningkatkan hubungan historis.

“Dalam rangka peningkatan aksesibilitas dan hubungan antara kedua kabupaten ini, pemerintah dua kabupaten ini bersepakat untuk membangun jalan ruas Maba-Sagea kurang lebih 38 Kilometer, ruas jalan Ekor-Trans Kobe kurang lebih 42,10 kilometer,” ucap Ikram.

Pembangunan ini untuk bagaimana akses antara masyarakat Halmahera Timur memiliki akses terhadap hilirisasi industri yang ada di Lelilef. “Selain itu ada satu lagi yang menjadi perhatian utama adalah jalan yang menghubungkan Maba-Bicoli dan Sakam-Sif. Itu adalah prioritas,” jelasnya.

Dikatakannya, kenapa jalan ini perlu dibuka, karena untuk mendapatkan akses hilirisasi pertambangan di Lelilef. Karena memang pasokan-pasokan pangan dan holtikultura sebagian di pasok dari Haltim.

“Akibat aksesnya itu jauh dan memakan biaya yang tinggi maka dicari jalan bagaimana sehingga mengurangi untuk menekan angka kemiskinan dan inflasi,” tuturnya.

Selain dari hilirisasi, bagaimana juga meningkatkan akses untuk pertumbuhan ekonomi di dua kawasan. “Ada multi effect antara kedua belah pihak. Apa yang dibutuhkan di Haltim bisa diakses dari Halteng kemudian sebaliknya,” sebutnya.

“Selain itu juga agar tranportasi tidak terlalu mahal kemudian mengakibatkan pendapatan masyarakat yang tidak stabil,” akunya.

Rakor itu juga disinggung fungsi jalan itu selain memiliki nilai untuk memperlancar transportasi wilayah juga pemeliharaan wilayah kemudian bagaimana maintenance di wilayah pemukiman dan bagaimana penerangan yang menghubungkan jalan tersebut.

“Termasuk soal status jalan ini dalam waktu singkat pemda dua kabupaten ini akan membentuk tim bersama untuk mengkaji menganalisis dan membuat laporan agar sama-sama menyampaikan ke pemerintah pusat melalui Bappenas dan kementerian terkait,” pungkasnya.

Kedua daerah ini juga kemudian menyadari  semuanya masuk Proyek Strategis Nasional (PSN), tapi ternyata dari pertumbuhan ekonomi yang cukup besar akan tetapi ditingkat kemiskinan masih ada, ketimpangan harga.

Realisasi melalui Inpres yang akan diberikan kepada wilayah-wilayah industri kurang lebih dari 32 triliun itu, selain untuk wilayah PSN dibeberapa tempat salah satunya di PSN Teluk Weda. “Makanya ini kita bikin kajiannya dan kemudian kita akan rapat bersama tim untuk bersama-sama menyampaikan ini di Pemerintah Pusat,” tandasnya.

Sementara itu Wabup Haltim, Anjas Taher mengatakan, dalam konteks ini Pemkab Halteng respon positif agar bersama-sama memiliki potensi yang sama, kebutuhan yang sama, bagaimana ekonomi berkembang dan hubungan tetap terjaga dengan salah satu cara bagaimana kita saling memberi ruang untuk memberi manfaat terhadap masyarakat di kedua daerah ini.

“Terutama disisi penanggulangan angka kemiskinan dan penekanan terhadap inflasi daerah terutama soal ketimpangan daerah,” jelasnya.

“Sesuai dengan komitmen bersama jadi diupayakan di Maret itu dokumen sudah siap, tim sudah melaporkan dan diperkirakan awal april atau minggu kedua itu sudah ada rapat bersama dengan pemerintah pusat,” akunya. (udy)