Pemkab Morotai Dukung Program Kampung Inggris Desa Galo-Galo

Kampung Inggris (Ilustrasi)

DARUBA – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Pulau Morotai siap membantu program Pemerintah Desa (Pemdes) Galo-Galo, Kecamatan Morotai Selatan, yang ingin mengembangkan program kampung Inggris di desa tersebut.

Kampung Inggris adalah program Pemdes Galo-Galo untuk mengembangkan bahasa Inggris kepada seluruh masyarakat desa Galo-Galo yang dibuat dalam bentuk pelatihan.

Mengingat desa Galo-Galo adalah salah satu desa kepulauan yang memiliki potensi besar di bidang pariwisata. Program ini tentunya mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai dalam hal ini Dinas Pariwisata (Dispar).

“Pastinya kalau ada program-program seperti ini kami Dispar sangat bersyukur dan berterima kasih ke desa karena ada upaya secara mandiri dari desa, dan ini harus di dukung apalagi itu dalam rangka pengembangan pariwisata,” ucap Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Dispar Pulau Morotai, Faisal Kudo, Selasa (8/11/2022).

“Bentuk dukungan dari Dispar setelah desa ini dibentuk, kami juga akan melakukan pendampingan pelatihan terkait dengan pengembangan SDM,” janjinya.

Dispar meyakini, program ini akan berjalan maksimal, karena semua SDM yang mendukung program ini telah disiapkan.

“Guru teknisnya ada di desa Galo-Galo yang memang saat ini sudah mengikuti jenjang ke Australia, jadi sudah cukup professional, tentu dengan dasar itu kami akan mengembangkan bahasa Inggris bertujuan supaya masyarakat yang ada di desa Galo-Galo mampu berbahasa Inggris,” katanya. Program ini, lanjut dia, sasarannya bukan hanya pelajar tetapi juga berlaku kepada semua masyarakat desa Galo-Galo.

“Sasarannya adalah bagaimana agar supaya masyarakat secara umum apakah itu anak, orang dewasa, maupun masyarakat luas juga bisa memahami bahasa Inggris. Tujuannya adalah desa ini bisa menjadi desa wisata secara mandiri, masyarakat bisa mengelolah secara baik,” papar Faisal.

Harapannya, kata dia, kedepan program ini bukan hanya dilakukan di desa Galo-Galo, tapi bisa dikembangkan di desa lain di Pulau Morotai.

“Tapi untuk saat ini baru desa Galo-Galo sebagai pusat studi. Jadi semua orang punya kesempatan yang sama mengikuti pelatihan bahasa Inggris,” ujarnya.

“Untuk hari ini memang baru satu guru yang dipersiapkan untuk program ini, tapi saya rasa kedepannya nanti banyak yang akan berpartisipasi terutama di sektor pariwisata. Jadi ini adalah inisiatif dari Pemdes Galo-Galo,” tutup Faisal. (fay)