Ahdad kembali menambahkan, pihaknya juga telah menyampaikan ke Wapres untuk pembangunan pelabuhan sampai dengan seluruh fasilitasnya membutuhkan dana sebesar Rp 106 Miliar. Pasalnya, pelabuhan tersebut masuk dalam kawasan WFC Zona II yang mana fasilitas WFC-nya pun belum lengkap.
“Tadi kami laporkan ke Wapres jika pelabuhan ini berada di kawasan WFC Zona II, yang mana ada 12 item dan sampai saat ini kami belum bisa bangun semua, kami hanya bangun beberapa spot menggunakan dana APBD dan viskalnya sangat rendah, sehingga kekurangan kami masih sekitar Rp 106 Miliar yang menjadi kebutuhan WFC Zona II, dan pak Wapres merespon sangat baik, alhamdulillah beliau akan rapatkan dengan Kementrian terkait di Jakarta sehingga ini bisa direalisasi tahun depan,” pungkas Ahdad. (fay)
