Notice: Function register_uninstall_hook was called incorrectly. Only a static class method or function can be used in an uninstall hook. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 3.1.0.) in /home/fajarmal/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Pemkab Taliabu Fokus Pemulihan Ekonomi Masyarakat - FajarMalut.com

Pemkab Taliabu Fokus Pemulihan Ekonomi Masyarakat

Bupati Taliabu Aliong Mus

advertorial

BOBONG – Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu fokus melakukan pemulihan perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Caranya, memaksimalkan pengelolaan seluruh potensi dan sumber daya alam. Demikian disampaikan Bupati Aliong Mus dalam sambutannya pada Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu belum lama ini.

Menurut bupati dua periode itu, kondisi perekonomian masyarakat maupun pemerintah daerah dalam dua tahun terakhir ini sangat mengkhawatirkan akibat dampak dari pandemi Covid-19.  Untuk itu, diperlukan upaya penguatan dan pemulihan perekonomian daerah dengan memaksimalkan potensi daerah, terutama kegiatan pertanian jangka pendek.

“Kondisi perekonomian masyarakat pada dua tahun terakhir ini sangat mengkhawatirkan akibat dari dampak pandemi Covid-19. Karena itu, selain tetap melanjutkan program revitalisasi tanaman pertanian dan perkebunan cengkeh dan jambu mente, juga menggarap bidang pertanian jangka pendek melalui pengembangan tanaman hortikultura, seperti bawang merah, cabai, tomat dan tanaman sayur-mayur dan lainnya, termasuk di dalamnya tanaman-tanaman palawija,” ungkap politisi Partai Golkar itu.

Sementara sektor kelautan dan perikanan, lanjut suami mantan Artis itu, perlu mengupayakan peningkatan hasil tangkapan nelayan. Begitu pula potensi budidaya keramba apung yang membentang di pesisir Taliabu Utara dan beberapa tempat di Taliabu Barat, Lede dan Nggele serta Taliabu Selatan yang hingga saat ini belum maksimal dikelola.

“Dalam sektor usaha kecil menengah, kita juga menyaksikan beberapa usaha kerajinan tangan, mebel dan pertukangan yang perlu mendapatkan support, baik dari sisi permodalan maupun pemasarannya. Beberapa destinasi wisata yang terdapat di beberapa wilayah hingga saat ini juga belum dikelola dengan baik. Saya yakin jika berbagai potensi itu dikelola dengan baik, Insya Allah pemulihan perekonomian daerah yang juga menjadi fokus pemerintah pusat bisa kita selesaikan,” tegas Aliong.

Amatan Fajar Malut, petani dan nelayan maupun para pengusaha kecil menengah belum mendapat sentuhan dan perhatian serius dari dinas terkait. Faktanya, para kelompok petani dan kelompok nelayan masih banyak yang belum mendapatkan sarana dan prasarana yang memadai.

Akibatnya, ada sejumlah kelompok masyarakat petani yang masih bingung memasarkan hasil pertanian mereka.  Sebut saja, kelompok petani rica dan tomat maupun sayur-sayuran di Kecamatan Matan Tabona baru-baru yang kesulitan memasarkan hasil panen mereka lantaran belum tersedianya infrastruktur jalan ke ibukota kabupaten untuk membawa hasil pertanian mereka, sementara transportasi laut yang tersedia sangat tidak mendukung untuk digunakan agar hasil panen mereka tidak rusak.

Alhasil, para petani ini hanya dapat mengandalkan daya beli masyarakat di kecamatan yang sebagian besarnya adalah petani tidak sesuai dengan ketersediaan hasil pertanian yang tersedia.

Disamping itu, potensi perikanan di laut Taliabu belum mendapat perhatian serius. Ini dibuktikan belum tersedianya kapal penampung ikan bagi para nelayan sehingga sebagian besar nelayan di desa-desa hanya mengandalkan daya beli masyarakat dengan harga murah, bahkan sebagian hasil tangkap perikanan dan kelautan yang diperoleh secara terpaksa harus dipasarkan di Kabupaten Luwuk Banggai Sulawesi Tengah dan daerah lainnya. (bro/jos/adv)

Berita Terkait