“Untuk IPH di Kota Tidore pada minggu keempat bulan agustus ini mengalami penurunan harga pada komoditi cabe rawit dan cabe keriting, dimana Cabe keriting yang pada awalnya di harga Rp. 50.000 per kilo menjadi Rp. 44.000 per kilo, sedaghat cabe rawit awalnya di harga Rp. 80. 000 per kilo menjadi Rp. 66.000 per kilo, dan komoditi lainnya masih berada di harga yang stabil.” Sambung Taher.
Selain inflasi, Taher juga menambahkan bahwa, selain Inflasi Daerah, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan juga terus berupaya memboboti terkait dengan rencana bangun rumah bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah di Kota Tidore, sehingga ini terus dilakukan oleh instansi terkait untuk diboboti seluruh data yang ada di Kota Tidore.
“Untuk tiga juta rumah sendiri, Kota Tidore telah mempersiapkan anggaran untuk pembangunan rumah baru bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah, ini bukan lagi merenovasi namun bangun baru sehingga memerlukan anggaran yang cukup besar, sehingga saat ini Pemkot Tidore baru merealisasikan sebanyak tiga rumah bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah tersebut, ini juga harus didata dengan sangat baik, agar jatuh pada masyarakat yang benar-benar menjadi penerima bantuan tersebut.” tandas Taher.
Sementara dalam arahannya, Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir menghimbau para kepala Daerah dan unsur forkopimda di Wilayah yang harga komoditasnya masih tinggi agar segera melakukan langkah konkret, diantaranya menggelar operasi pasar dan memperluas jangkauan program stabilisasi pasokan dan harga pangan hingga ke tingkat Desa dan tidak hanya di wilayah kecamatan.
