TERNATE – Pemerintah Kota Ternate terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan sampah di Kota Ternate. Langkah ini difokuskan pada target pengurangan sampah sebesar 30 persen serta pengaktifan kembali bank-bank sampah di tingkat kelurahan.
Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman menyampaikan, pengaktifan kembali fasilitas pengolahan sampah menjadi langkah krusial.
“Selama ini, aktivitas bank sampah yang dikelola oleh PKK dinilai memberikan kontribusi yang sangat membantu. Oleh karena itu, penguatan serupa akan diterapkan pada bank sampah milik kelurahan yang sebelumnya kurang aktif,” katanya, usai bertemu dengan para Lurah se-Kecamatan Ternate Selatan, pada Kamis (10/9/2026).
Selain optimalisasi bank sampah, Wali Kota Ternate juga menyoroti penataan armada Satgas Pengelolaan Sampah. Sejumlah armada transportasi seperti kendaraan roda tiga (Kaisar) yang mengalami kerusakan akan dieliminasi dan diganti secara bertahap. Kendati demikian, tidak ada penambahan armada dalam jumlah besar, melainkan memaksimalkan dan memperbaiki sarana yang ada. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi beban operasional pengelolaan sampah di Ternate.
Terkait persoalan sampah di wilayah pesisir dan perairan seperti di Pantai Fitu, Gambesi, dan sekitarnya, Wali Kota menegaskan bahwa keberadaan sampah di laut sebagian besar bersumber dari aktivitas di darat.
“Oleh sebab itu, penanganan utama difokuskan pada pengurangan sampah dari hulu (darat). Untuk penanganan di perairan, kita memanfaatkan armada pendukung guna membantu mengatasi penumpukan sampah laut sewaktu-waktu,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menekankan pentingnya pembaruan data jumlah penduduk. Data timbulan sampah yang ada saat ini dinilai perlu dikoreksi dan disesuaikan dengan data kependudukan terbaru, mengingat estimasi jumlah sampah yang dihasilkan berbanding lurus dengan pertumbuhan penduduk kota.*
Editor : Hasim Ilyas
