TERNATE – Meski kondisi keuangan Pemkot Ternate tidak normal karena banyaknya kegiatan pihak ketiga maupun kegiatan lain di SKPD hingga kini belum bisa di bayar dengan alasan ketersediaan anggaran, namun dalam kondisi sulit itu tidak dirasakan oleh DPRD Kota Ternate.
Yang mana pada pelaksanaan rapat paripurna HJT ke 770 justru dipusatkan di royal resto, hal ini tidak pernah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, justru pada tahun ini DPRD mengambil lokasi paripurna di royal resto.
Alasan mereka karena ruang paripurna DPRD, sudah dalam kondisi yang tidak bisa digunakan karena termakan usia. Terkait hal ini Sekretaris DPRD Kota Ternate Safia M. Nur dikonfirmasi mengatakan, hal ini dilakukan karena ruang paripurna DPRD sudah tidak memungkinkan lagi karena kondisinya sudah rusak berat, selain itu ruang rapat yang lain juga tidak memungkinkan.
“Sehingga kita mengadakan disini dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, kalau di kantor kita tidak bisa menerapkan protokol kesehatan karena ruang rapat sempit,” ungkapnya.
Dikatakannya, dengan kondisi ruangan paripurna seperti itu, maka pada tahun 2021 nanti pihaknya akan melakukan renovasi berat, dan alokasi anggaran untuk renovasi tersebut sebesar Rp. 8 miliar dan sudah dianggarkan di APBD induk 2021. “Karena memang kondisi bangunan sudah tidak bisa lagi kita gunakan,” katanya.
Untuk penyewaan royal sendiri menurut Safia, disesuaikan dengan harga sewa per hari sebesar Rp. 6 juta untuk gedung diluar makanan. “Kalau biaya sewa mulai dari ruangan sampai makanan itu sebesar 20 juta lebih,” tegasnya. (cim)

