TERNATE – Meski angka pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Kota Ternate terus bertambah, namun Pemkot Ternate sampai kini belum memikirkan langkah PSBB, Pemkot malah lebih berpikir untuk memperkuat gugus tugas di kelurahan.
Memperkuat gugus tugas kelurahan ini, disampaikan saat rapat dengan para camat yang dilakukan, Senin (18/5). “Apalagi banyak kelurahan yang sudah positif, gugus tugas lebih berperan, karena yang paling dekat dengan kelurahan itu gugus tugas kelurahan,” kata Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman usai rapat.
Menurut dia, dalam rapat itu juga ada yang menyarankan untuk menambah relawan, dimana mereka yang direkrut nanti itu juga warga di kelurahan tersebut. “Karena perlu kerja dor to dor, dan mulai besok kita sudah sosialisasi masker di jalan, jadi kelurahan melalui gugus tugas juga diminta kalau ada yang tidak pakai masker tahan minta pakai masker,” tandasnya.
Sementara di kelurahan Akehuda kata dia, akan dilakukan tracking khusus, namun untuk penanganannya sendiri menurut dia semua kelurahan di berlakukan sama.” Khusus untuk akehuda penanganan khusus, dimana melakukan tracking kepada mereka yang sempat kontak dengan pasien positif,” tandasnya.
Sedangkan pembatasan parsial yang di minta warga saat pertemuan di halaman kantor Dinas Kesehatan menurut Wali Kota, pembatasan parsial di kelurahan itu agar pergerakannya lebih sempit.
Ketika ditanya terkait langkah Pemkot kata dia menjelaskan pihaknya masih berpikir kalau pemeriksaan swab nya sudah dilakukan disini, maka mereka yang gejala dan rapid dengan hasil reaktif langsung swab, agar menghindari stres karena lama menunggu, dia bahkan menyebut ada sejumlah cara untuk mengatasi corona.
“Obat corona ini cuma lima saja pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, hindari kerumunan dan diam di rumah. Kalau setiap orang disiplin dengan protokol itu aman sudah,” ungkapnya.
Dia sendiri enggan untuk mengambil langkah PSBB, sebab kata dia, pihaknya masih secara perlahan mengatasi hal ini. “Kita masih mengatasi secara perlahan, dimana masih dilakukan rapid selektif terhadap orang yang punya riwayat perjalanan,” ungkapnya.
Sementara berkaitan dengan rapid masal di Akehuda lanjut dia, nanti akan disesuaikan. “Nanti disesuaikan karena rapid ini tidak satu kali, habis semua kan harus bertahap, kalau rapidnya kepada mereka yang ada gejala itu jauh lebih bagus,” tegasnya.(cim)

