TERNATE – Kondisi daerah yang diperhadapkan dengan banyaknya hutang bawaan tahun 2020, namun Pemkot Ternate diam-diam mengakomodir pegawai dari daerah lain yang pindah masuk ke Kota Ternate, dan hal itu dilakukan usai pilkada.
Sesuai Surat Keputusan (SK) Walikota nomor 821/ 31/ 2020 tertanggal 4 Januari 2021 yang ditandatangani Sekda Kota Ternate Jusuf Sunya, Pemkot mengakomodir pegawai pindah sebanyak 27 orang, dan di tempat pada sejumlah instansi di Pemkot Ternate.
Hal ini mendapat sorotan dari DPRD Kota Ternate. DPRD menilai dengan kondisi keuangan yang ada saat ini mestinya Pemkot membatasi dan tidak menerima pegawai yang pindah ke Kota Ternate.
“Komisi I segera mengevaluasi jumlah atau penambahan PTT yang dilakukan oleh BKPSDM, kemudian pemerintah juga harus punya kesadaran yang komprehensif bahwa kita ini tidak punya anggaran yang mendukung, jadi jangan lagi ditambah-tambah,” kata Ketua DPRD Kota Ternate Muhajirin Bailussy, Rabu (13/01/2021).
Muhajirin menyebut, dengan kondisi saat ini harus ada koordinasi penting yang dimotori oleh Sekda sebagai Ketua TAPD untuk menyampaikan ke SKPD terkait, agar jangan memaksakan penerimaan pegawai pindah.
“Kalau anggaran kita seperti ini jangan dipaksakan, dan ini harus diawasi komisi I, apalagi pindahan pegawai yang mencapai 30 orang dengan pangkat yang tinggi, ini membebani dan datanya ada di keuangan karena mereka sudah input pegawai yang pindah/masuk,” tegasnya.
Terpisah Kepala BKPSDM Kota Ternate Junus Yau dikonfirmasi mengatakan, pegawai yang pindah itu sebagian besar mengikuti suaminya yang bertugas di Ternate.
“Saya setuju untuk batasi orang yang pindah masuk, tapi memang di tahun ini baru kita buka ruang pemindahan karena alasan mengikuti suami, kalau sebelumnya kita tidak terima, tapi kalau ini permintaan DPRD kita akan batasi,” katanya.
Menurutnya, pegawai yang pindah masuk ini walaupun APBD sudah disahkan, mereka tidak lagi mendapat TPP, dan gaji mereka terhitung setelah ada penempatan lokasi tugas. “Saya setuju dengan pendapat DPRD itu, dan sampai sekarang tidak sampai 10 orang,” tutupnya.(cim)

