TIDORE – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, melalui Bagian Bina Kesra, mendorong pengembangan kegiatan keagamaan berbasis tradisi lokal. Kegiatan ini, bertajuk “Lomba Hadrat dan Sholawat Maulid Nabi Muhammad SAW”
Kepala Bagian Bina Kesra Sekretariat Daerah Kota Tidore Kepulauan, Sahnawi Ahmad, mengatakan, Hadrat merupakan tradisi lokal Masyarakat Tidore yang melantunkan Zikir dengan iringan rebana. Tradisi ini sengaja diangkat oleh Pemerintah Kota Tidore, sebagai wujud dari pelestarian budaya yang dimiliki Kota Tidore Kepulauan.
“Ini merupakan kegiatan perdana yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Tidore, rencananya kegiatan ini akan dijadikan sebagai agenda tahunan,” ungkapnya saat diconfirmasi, Jumat, (5/9/25).
Pelaksanaan kegiatan untuk Lomba Sholawat dan Hadrat ini akan dilakukan pada Sabtu, 6 September 2025.
Kegiatan ini, kata Sahnawi, hanya terdapat dua jenis mata lomba, yakni Sholawat dan Hadrat yang dilakukan dalam bentuk Pawai Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini, dimulai dari Kantor Wali Kota Tidore Kepulauan dan berakhir di Kawasan Pantai Tugulufa, Kecamatan Tidore.
Untuk penilaian atas dua jenis mata lomba tersebut, Panitia telah menyediakan dua pos penilaian bagi Dewan Juri. Pos pertama, berlokasi di pintu Keluar Kantor Wali Kota, dan Pos kedua, berlokasi di garis finis Kawasan Pantai tugulufa.
“Para peserta ketika mulai pawai, akan melantunkan Sholawat terlebih dahulu, dan ketika memasuki garis finis barulah peserta melantunkan zikir yang diiringi dengan rebana atau yang dikenal dengan Hadrat,” jelasnya.
Sahnawi mengaku, untuk lomba tersebut nantinya diikuti oleh 20 regu yang merupakan perwakilan dari Kelurahan, yakni Kelurahan Doyado, Kelurahan Cobodoe, dan Kelurahan Dowora, Kecamatan Tidore Timur.
Kelurahan Soasio, Kelurahan Gamtufkange, Kelurahan Sodara dan Kelurahan Seli, Kecamatan Tidore. Kelurahan Tongowai, Kelurahan Gurabati, Kelurahan Tomalou dan Kelurahan Tuguiha, Kecamatan Tidore Selatan. Sementara untuk Kecamatan Tidore Utara, diikuti oleh Kelurahan Mareku, Kelurahan Ome, Kelurahan Sirongo Folaraha, kelurahan Gubukusuma dan Kelurahan Rum.
“Karena ini baru perdana, sehingga pesertanya baru sebatas perwakilan dari Kelurahan yang ada di Pulau Tidore, insya Allah kedepan, akan kami libatkan juga empat kecamatan yang ada di wilayah Oba,” jelasnya.
Menariknya, lomba ini akan dinilai oleh Dewan Juri yang profesional dan memiliki pengalaman tarik suara di bidang keagamaan, yakni Setiana Abu alias Anna Tidore yang merupakan jebolan peserta Syiar Ramadhan Tahun 2022, dan Djihadiah Badar, Qoriah Internasional Tahun 2003. Selain Anna dan Djihadiah, nama Yakub Husen, Asisten III Wali Kota Tidore Kepulauan, juga masuk sebagai Dewan Juri. (Ute)

