“Setelah proses pembangunan PLTD Pulau Mare tahun 2017, kami menunggu pembangkit yang akan disiapkan untuk penyalaan di Pulau Mare, hal ini terlambat karena ada beberapa ketentuan, sehingga Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melakukan moratorium, dan Alhamdulillah tahun 2022 kemarin telah disetujui oleh Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, sehingga di tahun 2023 ini, insyaAllah listrik di Pulau Mare akan kami listriki secara bertahap,” ungkap Awat.
Awat berharap, mudah-mudahan dengan adanya listrik di Pulau Mare dapat membangkitkan roda ekonomi masyarakat di Pulau Mare, yaitu Desa Maregam dan Marekofo. Dan untuk beberapa lokasi di Pulau Mare yang belum ada listrik, akan dilistriki secara bertahap, sehingga insyaAllah 100% listrik di Pulau Mare dalam waktu dekat.
Sementara, Manager PLN UP3 Ternate, Eka Panji Sapta Prasetya dalam laporannya mengatakan, Peresmian PLTD Pulau Mare sudah direncanakan bersama Pemerintah Kota Tidore Kepulauan sebelumnya, sesuai janji sebelum tanggal 17 Agustus listrik di Pulau Mare sudah dinyalakan, dan acara peresmian ini menjawab janji kita kepada Masyarakat Pulau Mare.
“Terkait dengan infrastruktur kelistrikan yang ada di Pulau Mare ini, memang sudah melalui proses yang begitu panjang, dari rencana pembangunan dimulai pada tahun 2015 hingga selesai tahun 2019, kami PLN Wilayah Maluku-Maluku Utara dan juga PLN Pusat khususnya, tetap berupaya untuk mengoperasikan listrik desa yang sudah kami bangun,” ucap Eka Panji.
