Proses pembuatan proposal CSR dilakukan setelah mendapat masukan dari Pemerintah Kota Tidore Kepulauan yang kami peroleh informasinya dari Dirjen Bangda Kemendagri.
“Pada intinya program CSR ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan maupun keterampilan para nelayan di Kota Tidore Kepulauan, serta memberikan fasilitas kebersihan khususnya di Tugulufa tempat acara Sail Tidore dilakukan, bahwa Tugulufa setelah pasca Sail Tidore saat ini menjadi tempat wisata, sehingga untuk itu program CSR ini kami menyiapkan dua kontainer sampah yang rencananya akan diletakkan di pelataran Tugulufa, dan 1 unit sepeda motor pengangkut sampah, hal ini dimaksudkan agar dapat membantu kebersihan di area tugulufa,” jelas Bambang.
Senada, Walikota Tidore Kepulauan Capt H. Ali Ibrahim dalam sambutannya mengatakan, Sail Tidore 2022 yang telah dihelat bersama-sama pada November tahun 2022 menjadi sebuah kegiatan yang membawa nama daerah Tidore di kancah nasional, atas keberhasilan tersebut, ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak, termasuk jajaran Kementerian yang telah berusaha dengan maksimal, juga dengan pemerintah provinsi Maluku Utara maupun para UMKM yang telah ikut berkontribusi, dan kepada seluruh Warga Masyarakat Kota Tidore Kepulauan tanpa terkecuali.
“Kita kembali berkumpul untuk menggelar program Pelaksanaan CSR sebagai sebuah tanggung jawab Pasca Sail Tidore 2022, hal ini tentunya harus kita maksimalkan, cukup terlihat dari beberapa sektor seperti sektor pariwisata, perdagangan, transportasi, infrastruktur yang mengalami perubahan dan peningkatan dan juga dari sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang juga terlihat mengalami peningkatan,” tutur Ali Ibrahim.
Ali Ibrahim menambahkan, progres selanjutnya yang akan membutuhkan sebuah tindakan lebih nyata, seperti pemeliharaan dan pelatihan kepada UMKM khususnya pada Sektor Kelautan dan Perikanan yang merupakan basic dari gambaran umum Kota Tidore yang berbentuk kepulauan dikelilingi lautan yang kaya akan segala jenis ikan.
Untuk itu ia mengharapkan agar para peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat mengikutinya dengan baik dan cermat, karena setiap ilmu merupakan sebuah kekayaan yang tidak dapat diukur dengan sebuah angka.
