Pencurian Sapi Meresakan Warga Morsel

Pencuri sapi (ilustrasi)

DARUBA – Dalam dua bulan terakhir warga di Kecamatan Morotai Selatan (Morsel) diresahkan dengan pencurian sapi oleh orang tidak dikenal. Bahkan dalam sebulan belakangan ini, sudah sering terjadi  kasus pencurian sapi milik warga.

Karateker Kepala Desa (Kades), Daeo Mohammad Hatta Taha kepada wartawan Selasa (8/9) mengatakan, dalam sebulan terakhir ini sudah terjadi empat kasus pencurian sapi di desanya. Modus pencurian tergolong sadis dan dinilai terorganisir.

Pasalnya, sapi yang dicuri langsung dibunuh ditempat dan yang disisakan hanya organ tubuhnya. “Kalau sendirian tidak mungkin, pencurian ini kelompok yang terorganisir. Kita juga temukan jejak mobil di setiap lokasi, dimana sapi itu dibunuh,” kata Mohammad Hatta Taha, Selasa (8/9).

Sapi yang dicuri, kata dia, kebanyakan sapi yang sudah diikat, kalau yang liar masih aman dari pencurian. “Kasus ini harus diungkap pelakunya dan ditangkap diberi efek jerah, karena sangat meresahkan warga,” harapnya.

Maraknya kasus pencurian sapi ini, lanjutnya, Pemda Kabupaten Pulau Morotai diminta turun tangan, membantu mencari solusi. Salah satunya penertibkan pasar, sehingga aksi pelaku bisa diketahui. “Kami  Pemerintah Desa (Pemdes) berharap setiap ada penjualan sapi harus ada surat jual beli dari desa, sehingga bisa terkontrol. Harus ada aturan seperti itu yang dikeluarkan oleh Dinas Pertanian,” saran Hatta.

Dari data yang dikantongi Fajar Malut selain di desa daeo, kasus yang sama juga terjadi di desa Wawama sekitar sepekan yang lalu, bahkan di desa Gotalamo juga pernah ada laporan yang sama. (fay)