Untuk Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UKM, senilai Rp. 2.595.000.000, dengan jumlah penerima yang tersebar di 8 kecamatan sebanyak 865 Orang, per orang diberikan uang tunai senilai Rp. 3 juta.
Kepala Dinas Perindagkop Kota Tidore, Saiful Bahri Latif, mengatakan, untuk bantuan DID yang melekat di Dinas Perindagkop sesungguhnya senilai Rp. 5 Miliar, hanya saja, untuk 2,5 Miliar lebih dilakukan penyerahan secara tunai, sementara sisanya 2,4 Miliar lebih itu dilakukan untuk pengadaan barang berupa alat tukang, alat pembuat roti, dan cool box dalam rangka mendukung usaha pelaku UMKM.
“Untuk anggaran DID yang diperuntukan dalam bentuk pengadaan barang ini sementara sedang ditenderkan,” jelasnya saat dikonfirmasi melalui Telephone, Minggu, (16/4/23).
Disela-sela penyerahan Bantuan DID, Wakil Walikota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, mengaku bahwa bantuan DID ini, diberikan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah Kota Tidore, karena dinilai berkinerja baik dalam hal pengelolaan keuangan, sehingga total anggaran yang diberikan untuk bantuan DID di Tahun 2023 ini, senilai Rp. 23 Miliar.
Politisi ternama PDIP Maluku Utara ini berharap, agar masyarakat Kota Tidore terus membangun kebersamaan dan kekompakan menuju Tidore Jang Foloi, selain itu ia juga menegaskan kepada Pimpinan. OPD agar dalam penyaluran bantuan itu sudah harus dilakukan berdasarkan data yang otentik, yang itu disampaikan dari Kelurahan dan Desa, tidak boleh dilakukan berdasarkan suka atau tidak suka.
“Meskipun pada Pemilihan Walikota 2020 kemarin, tidak semua penerima DID memilih saya dengan Pak Wali, namun sebagai pemimpin saya selalu menekankan kepada bawahan, agar dalam penyaluran bantuan itu harus diberikan kepada mereka yang berhak menerima. Tanpa harus membedakan tentang latar belakang politik. karena jabatan yang saya emban saat ini, merupakan milik Masyarakat Kota Tidore secara keseluruhan, lagipula tanpa masyarakat, tidak mungkin saya bisa menjadi Wakil Walikota,” tandasnya.
Pewarta : Suratmin Idrus
Editor : Erwin Egga
