Dari sisi pendidikan, lulusan Diploma IV, S1, S2, dan S3 menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi, yakni mencapai 7,57 persen pada Februari 2026. Angka tersebut naik tajam dibanding Februari 2025 sebesar 4,27 persen.
Sebaliknya, tingkat pengangguran terendah berada pada kelompok pendidikan SD ke bawah sebesar 1,48 persen. BPS juga mencatat distribusi pengangguran menurut pendidikan masih didominasi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Pada Februari 2026, distribusi pengangguran lulusan SMA mencapai 43,39 persen. Sementara distribusi pengangguran terendah berasal dari lulusan Diploma I/II/III yang hanya sebesar 2,37 persen.
Simon menilai, kondisi tersebut menunjukkan tantangan penyerapan tenaga kerja bagi lulusan pendidikan tinggi masih perlu mendapat perhatian serius. “Diperlukan peningkatan kualitas keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia kerja serta penguatan sektor-sektor produktif agar mampu menyerap tenaga kerja lebih besar,” pungkasnya.(red)
