Penghormatan Kepada Haji Bur, Dedikasi dan Karya Nyata

Haji Bur semasa hidup, selain dikenal sebagai tokoh pembangunan di Kota Ternate, almarhum juga dikenal punya kepeduliaan sosial tinggi dengan membangun rumah warga yang tidak mampu melalui program Barifola, yang tercatat kurang 236 unit yang telah almarhum Haji Bur bangun tanpa menggunakan anggaran pemerintah, namun dengan gerakan calamoi (Rp1.000) lewat paguyuban Ikatan Keluarga Tidore (IKT) Provinsi Malut. Haji Bur juga semasa menjabat Wali Kota Ternate mencetuskan program Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) untuk para siswa SD di Kota Ternate dan program ini jadi syarat bagi siswa yang lulus SD dan bahkan sampai kini masih diterapkan di tingkat SD.

Sultan Tidore Husain Alting mewakili keluarga menyampaikan, apresiasi kepada masyarakat kota Ternate dan Pemkot Ternate yang telah berupaya mengembalikan almarhum ke Ternate. “ Kami atas nama keluarga menyampaikan terima kasih atas jasa dan budi baik kepada pak Wali Kota dan seluruh staf di Pemerintah Kota, insya Allah budi baik ini dibalas oleh Allah SWT,” katanya.

Sultan menyebut, kalau pihaknya percaya Haji Bur punya kelebihan yang telah ditorehkan membawa manfaat bagi masyarakat Kota Ternate, namun sebagai manusia beliau punya kekhilafan dan kekurangan, untuk itu pihaknya memohon kerelaan hati masyarakat Ternate yang pernah berinteraksi dengan almarhum dapat memberikan maaf.

“Pak Sekda, kemudian om Samad dan Gani Marsaoly menjadi saksi ketika jenazah almarhum ketika diangkat dan dibuka, alhamdulillah dengan kuasa dan kebesaran Allah jenazah tetap utuh seperti sediakala seperti orang dalam keadaan tidur biasa,” tandasnya.

Sementara, Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman mengatakan, proses pemindahan jenazah dari Makassar ke Ternate sudah ditunaikan Pemkot Ternate, sesuai harapan dari keluarga. “ Saya menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang ikut membantu proses pemulangan sampai proses pelepasan yang dilakukan Pemerintah Kota sampai proses pemakaman di pekuburan Islam,” ungkapnya.