Penuhi Kekurangan Guru Tiga Kecamatan, Pemkot Rekrut PTT

Bachtiar Teng

TERNATE – Untuk memenuhi kekurangan tenaga pengajar (guru) di tiga kecamatan yakni Moti, Hiri dan Batang Dua. Maka Pemkot Ternate bakal merekrut pegawai tidak tetap (PTT) dengan spesifikasi keilmuan sebagai tenaga pengajar sebanyak 109 orang untuk ditempatkan di tiga kecamatan itu sebagai guru.

Untuk rekrutmen ini pada Kamis (29/7) Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Plt. Kepala Bappelitbangda Kota Ternate bertemu dengan Wakil Wali Kota melaporkan terkait rencana tersebut.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate Bachtiar Teng menjelaskan, kebutuhan guru yang dibutuhkan tersebar di Kecamatan Pulau Hiri kebutuhan guru PAUD sebanyak 2 orang, guru SD sebanyak 11 orang dan guru SMP sebanyak 4 orang. Sementara Pulau Moti untuk kebutuhan guru PAUD sebanyak  6 orang, SD sebanyak 14 orang dan SMP sebanyak 12 orang. Begitu juga di Kecamatan Batang dua kebutuhan guru SD sebanyak 16 orang serta SMP sebanyak 9 orang, juga guru  Bimbingan Konseling sebanyak 35 orang tersebar di seluruh kota Ternate.

“Kita jadwalkan pada bulan Agustus itu sudah dilakukan rekrutmen untuk mengisi kekosongan di tiga kecamatan itu, jadi target kami tiga bulan mulai Oktober itu sudah terisi,” katanya.

Dia menyebutkan, dalam rekrutmen PTT ini pihaknya lebih mendahulukan warga di tiga kecamatan tersebut. Namun pihaknya juga masih berkoordinasi dengan BKPSDM terkait dengan mekanisme rekrutmen. “Jadi insentif yang diterima sebesar 1,5 juta tiap bulan karena daerah terluar, jadi hitungan kami dalam tiga bulan itu 350 juta sampai 400 juta. Sehingga apa yang menjadi keluhan ini bisa terpenuhi,” sebutnya.

Terpisah Wakil Wali Kota Ternate Jasri Usman menjelaskan, beberapa waktu lalu kekurangan guru di tiga kecamatan terluar Ternate yakni, Moti, Hiri dan Batang Dua. “Kita mencari solusi soal kekurangan guru, Pemkot saat ini akan membuka kesempatan terhadap tenaga PTT guru di tiga kecamatan 109 orang, mekanisme perekrutan nanti Kadis Pendidikan mengurusi tekhnisnya,” jelas dia.

Menurutnya, kesempatan dibuka guru PTT ini agar bisa menjawab kekurangan guru di tiga kecamatan. “Ada guru PAUD, SD dan SMP. Tentunya kami menghitung efektivitas tenaga guru untuk bisa fokus mengajar, fokus kita untuk warga di tiga kecamatan tersebut,” katanya.

Lanjut dia, ada tenaga yang sulit di dapatkan yaitu tenaga guru konseling, padahal sangat banyak dibutuhkan yakni sekitar 30 orang. “Tadi kita diskusi soal besaran gajinya, untuk jangkauan ke Batang Dua, Moti dan Hiri. Kita akan menghitung supaya tidak sama, karena ada spesifikasi berdasarkan tempatnya,” tutupnya.(cim)