“Saya berharap seluruh unsur Pemerintah Daerah, dari pejabat tinggi hingga staf pelaksana, menjadikan kegiatan ini sebagai keharusan bagi semua ASN dan refleksi serta komitmen bersama untuk menjaga marwah birokrasi yang bersih, sehat, dan berwibawa,” sambung Muhammad Sinen.
Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini juga menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur dan kebijakan, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang jujur, disiplin, dan bebas dari pengaruh negatif, karena pelaksanaan tes urine ini bukan untuk mengancam ataupun menakut nakuti, akan tetapi sebagai ASN wajib bertanggung jawab bersama dengan Pemerintah Daerah dan BNN Kota Tidore serta Polres Tidore dalam memberantas narkoba.
“Kita sedang membangun Tidore yang bukan hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual. Tes urin ini adalah bagian kecil dari ikhtiar besar kita,” tambahnya.
Tes urine sebanyak 235 orang ini dinyatakan negatif dari narkoba, yang diumumkan langsung oleh Kepala BNN Kota Tidore Kepulauan disela-sela pembagian SK PPPK Tahap II.
Tes urine ini turut diikuti oleh unsur pimpinan daerah sebagai bentuk keteladanan. Walikota Tidore Kepulauan menjadi peserta dalam pelaksanaan tes urin, yang kemudian diikuti oleh Wakil Walikota, Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, dan Asisten III. Langkah ini menjadi simbol kuat bahwa integritas birokrasi dimulai dari pucuk pimpinan. (hms)
