Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pentingnya menjaga nilai-nilai agama, adat istiadat, dan budaya yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Tidore. Warisan leluhur tidak boleh hanya menjadi cerita sejarah, tetapi harus terus hidup dalam perilaku dan kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan generasi muda.
Muhammad Sinen berharap, dari Kota Tidore Kepulauan akan lahir generasi santri yang tidak hanya membanggakan keluarga dan pesantrennya, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah, Provinsi Maluku Utara, dan Indonesia.
“Mari kita jaga Tidore dengan ilmu, kita kuatkan masyarakat dengan akhlak, dan kita bangun masa depan dengan kerja nyata,” Ujar Muhammad Sinen.Di Akhir Sambutannya, ia menyampaikan ucapan Selamat kepada seluruh Santri di Kota Tidore Kepulauan.

“Peringatan Hari Santri Tahun 2026 ini menjadi pengingat bahwa santri memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, memperkuat persatuan, serta mempersiapkan generasi masa depan yang mampu menjawab tantangan zaman,”. kata Dia.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua I DPRD Kota Tidore Kepulauan Asma Ismail, perwakilan Forkopimda, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tidore Kepulauan H. Lukmanuddin Abd. Rahman, para kepala instansi vertikal, pimpinan BUMN/BUMD, Pimpinan OPD Lingkup Kota Tidore kepulauan, Camat, Lurah, Tokoh Agama, serta para guru dan pembina di wilayah Tidore Utara.(hms)