Sementara, dalam pemaparan materi, Koordinator PKH Kota Tidore Kepulauan Sumarni Sahril, menekankan melalui kegiatan P2K2 Keluarga Penerima Manfaat PKH menjadi lebih sadar dan terampil dalam mengelola keuangan, mengembangkan usaha kecil, dan meningkatkan kemampuan ekonomi keluarga, KPM mendapatkan pengetahuan tentang pentingnya kesehatan, gizi, pendidikan, dan kesejahteraan sosial, sehingga kualitas hidup keluarga meningkat.
“KPM diperkenalkan pada program dan layanan lain yang dapat mendukung kesejahteraan mereka, dan Kegiatan ini dirancang untuk mengubah pola pikir dan perilaku KPM agar lebih berdaya dan tidak terus bergantung pada bantuan sosial,” Ungkapnya.
Senada, Admin Verifikator Aplikasi SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation) Kota Tidore Kepulauan, Mursalin Arsyad di kesempatan yang sama juga meminta seluruh peserta kegiatan P2K2 apabila ada perubahan data kependudukan agar secepatnya disampaikan kepada admin PIAK Dukcapil untuk dikonsolidasikan, sehingga perubahan Kartu Keluarga terbaca pada aplikasi dan tidak mempengaruhi data penerima bantuan PKH. (hms)
