SANANA – Warga Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), sering kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sanana.
Kepala Pertamina Kepulauan Sula Rahmat Hadi Santoso saat dikonfirmasi Fajar Malut, Sabtu (10/12/2022) memaparkan, distribusi BBM jenis pertalite dari Pertamina ke SPBU Sanana berdasarkan permintaan.
“Setelah saya turun cek ke SPBU Sanana, ternyata SPBU hanya bisa menghabiskan pertalite 7 ton dalam sehari, jadi selama sehari SPBU tidak bisa menghabiskan 10 ton pertalite,” terangnya.
Rahmat mengaku, beberapa waktu lalu, ia turun pengecekan langsung ke SPBU Sanana, sehingga dirinya menemukan SPBU Sanana hanya bisa menghabiskan 7 ton pertalite dalam sehari.
“Pertalite langkah ini ternyata ada oknum-oknum yang melakukan penggelapan, sehingga bikin pertalite sering langkah, pertalite ini berapa yang diminta SPBU Sanana, pertamina layani,” jelasnya.
Rahmat menambahkan, meski proses penggelapan masih terjadi, akan tetapi layanan BBM jenis pertalite di SPBU Sanana masih tetap stabil.
“Dulu penggelapan masih terang-terangan dan sekarang sudah sembunyi-sembunyi, tetapi masih terjadi,” bebernya.
Berdasarkan informasi, sering terjadi kekosongan BBM jenis pertalite di SPBU Sanana, padahal pertalite merupakan BBM bersubsidi, sehingga warga terpaksa membeli BBM jenis Pertamax yang bukan subsidi di SPBU Sanana.
Anehnya lagi, warga Kepulauan Sula yang ingin membeli BBM jenis pertalite bersubsidi di SPBU Sanana, harus menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Sim kendaraan. (wat)

