Petani Minta Pemda Samakan Harga Kopra Dengan Tobelo

Petani Kelapa

DARUBA – Petani kopra di Kabupaten Pulau Morotai mempertanyakan peran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morotai atas perbedaan harga kopra di Morotai dengan kabupaten lainnya di Maluku Utara (Malut).

Pasalnya, ada sejumlah kabupaten seperti Tobelo di Halmahera Utara misalnya, harga jual kopra masih stabil di kisaran Rp 7000 per kilogram. Sementara Morotai Rp 5.500 per kilo gram.

“Kami hanya ingin harga kopra stabil, tapi harus disamakan dengan harga di Tobelo, karena Tobelo jualnya keluar, maka Morotai pun sama. Paling tidaknya harus ke Manado, Surabaya. Berartikan Tobelo dan Morotai harga kopra harus seimbang,” kata Hamzah Goroahe salah satu petani kopra di Desa Daeo.

Ia berharap Pemkab Morotai harus serius memperhatikan nasib petani kopra. Karena salah satu mata pencarian terbanyak kedua setelah nelayan adalah petani kopra.

“Pemerintah harus atur harga, karena di Morotai ini harganya masih sangat di bawah. Untuk pengusaha kopra di Morotai itu tidak berani dengan harga sampai 6000 per kilogram. Agar harga di Morotai stabil bisa atur harga kopra seperti saat ini Tobelo,” harapnya.

Menurut Hamza, menurunnya harga kopra tentu berpengaruh pada pendapatan mereka, dan ini mulai dirasakan sejak akhir 2018 lalu.

“Saya punya sekarang ada 2 ton, waktu pertengahan 2018 itu harganya masih 10.000 per kilo gram, sering turun tapi masih standar 8000 per kilo gram, tapi kalau kayak sekarang ini, memang susah,” tuntasya. (fay)