TERNATE – Politik uang masih berpeluang terjadi di pemilihan kepala daerah (Pilkada ) kabupaten Halmaher Timur (Haltim) tahun 2020. Ini tergambar saat pemaparan hasil survey Pixpoll Indonesia, di ruang Kieraha 6 Hotel Muara Ternate, Selasa (10/11/2020)
Direktur Fixpoll Indonesia, Mohammad Anas RA saat merelease hasil survey Pixpoll Indonesia dengan tema ‘Potret Perilaku Masyarakat dan Menakar Peluang Calon Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Haltim’ mengatakan, untuk perilaku pemilih, terdapat 83,6 persen warga Haltim berpendapat politik uang masih berpeluang terjadi.
Dimana ada 46,8 persen yang menerima uang lalu memilih kandidat tersebut, dan 38,0 persen yang menerima uang namun tidak memilih calon yang memberikan uang.
“Kemudian untuk patron klien yang paling diikuti anjurannya dalam pemilu atau Pilkada adalah Kepala desa 30,2 persen, Tokoh agama 23,4 persen, Keluarga 20,5 persen,” jelasnya.
Sedangkan untuk Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Timur (Haltim), pasangan Hi. Thaib Jalaluddin-Novarius A Bulangi (Tiva) lebih unggul dibandingkan dua kandidat lainnya yakni Ubaid Yakub-Anjas Taher serta Moh. Abdu Nasar-Aziz Ajarat. Paslon Tiba unggul di enam teritorial, yaitu Kota Maba, Maba, Maba Selatan, Maba Tengah, Wasile dan Wasile Utara. Sementara paslon Ubaid Yakub-Anjas Taher unggul di empat teritorial yaitu Maba Utara, Wasile Selatan, Wasile Tengah dan Wasile Timur. Paslon nomor urut 3 yakni Moh. Abdu Nasar-Aziz Ajarat hanya mampu signifikan di empat teritorial yaitu Wasile, Wasile Utara, Maba Tengah dan Maba Utara.
Dikatakan, saat ini 1,92 persen warga Haltim sudah tahu agenda Pilkada, kemudian 2,77,3 persen warga Haltim sudah mempunyai calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan dipilih. Untuk tingkat popularitas semua kandidat signifikan di angka 90 persen. Dimana Thaib Jalaludin adalah kandidat paling populer di angka 95,7 persen dan paling disukai 93,9 persen.
Adapun tingkat elektabilitas pasangan calon Tiba kata dia, unggul 37,7 persen dari kandidat lainnya. Kemudian Paslon Ubaid Yakub-Anjas Taher di angka 27,3 persen, sedangkan Paslon Abdul Nasar-Aziz Ajarat di angka 16,1 persen. “Jadi hasil survey kita itu masyarakat Haltim sudah memantapkan pilihannya dan masih ada 42,2 persen warga belum mantap dan tidak tahu yang memungkinkan pilihannya masih bisa berubah,” jelasnya.
Survey yang dilakukan Fixpoll tersebut di Kabupaten Haltim ini dilakukan pada tanggal 2 hingga 6 November 2020, dengan jumlah responden sebanyak 440 orang. (nas)

