TERNATE – Sultan Tidore, H. Husain Alting Syah mengaku, pintu Otonomi Khusus (Otsus) Maluku Kie Raha sudah dibuka. Itu ditandai dengan penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Provinsi Kepulauan.
Dikatakan, jika Otsus Kie Raha diakomodir, maka akan berdampak terhadap banyak hal, termasuk posisi Provinsi ini bisa sejajar dengan Provinsi lainya di Indonesia.
“Alhamdulillah, walaupun itu masih menunggu, masih berproses, tapi setidaknya upaya untuk membuat RUU Provinsi Kepulauan ini sudah berjalan. Ini berarti menjadi pintu pembuka untuk lebih lanjut lagi kita akan melaksanakan dan membuat UU yang lebih khusus lagi mengenai UU Otsus,” ucapnya.
Karena itu, Anggota DPD RI ini meminta seluruh masyarakat dan stakeholder di Maluku Utara agar bersama memperjuangkan Otsus Kie Raha.
“Mari kita bersama-sama bergandengan tangan. Kita buang jauh-jauh perbedaaan apalagi pertentangan. Apalagi ini menyangkut dengan hajat hidup orang banyak,” jelasnya.
Dikatakan, Otsus Kie Raha tidak hanya diperuntukan bagi segelintir orang saja, tetapi Otsus diperuntukkan bagi semua masyarakat Malut.
“Coba kalau dapat istimewa, tapi mungkin ada sebagian mispersepsi bahwa nanti akan melahirkan satu penguasa baru lewat UU Otsus ini. Tidak, ini semua untuk masyarakat, dia beda dengan Jogja, kalau Jogja kan dia lebih pada peran kesultanan dan sebagainya. Tapi UU menyangkut dengan Otsus itu tidak, sama dengan Papua, sama juga dengan Aceh, kenapa kita tidak merespon itu,” ucap Sultan saat diwawancarai di Royal Resto pekan kemarin.
Ia berharap seluruh lapisan masyarakat tetap optimis memperjuangkan Otsus ini.
“Kalau dalam perjuangan itu harus optimis, harus bilang bisa, persoalanya kapan itu terealisasi. Wallahualam bissawab, saya sering memberikan ilustrasi bahwa seperti kita menanam satu bibit, langkah pertama mana bibit yang kita tanam, kapan dia tumbuh, tergantung sampai sejauh mana kita merawatnya. Kemudian kapan dia berbuah, sampai sejauh mana kita menjaganya, dan kapan dia panen, semua tergantung dari kita. Ini berproses tidak dalam waktu sekejap, sim salabim kemudian jadi. Mungkin Otsus ini ketika terjadi saya sudah tidak ada, tetapi minimal bibit ini harus kita pelihara,” harapnya. (nas)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

