“Kepsek mengetahui sampai dimana penerimaan seragam sekolah gratis, menyampaikan program prioritas kesejahteraan masyarakat dari insentif ibu hamil dan menyusui, insentif lansia, rumah layak huni dan insentif lainnya yang telah di nikmati oleh masyarakat saat ini,” pungkasnya.
Diakuinya, lewat rakor itu Ikram mengaku dapat mengetahui segala kendala di sekolah, misalnya adanya pengelolaan anggaran Bosda melalui program Indonesia pintar (PIP) yang biasanya secara kolektif pembayaran tunai di ubah harus langsung ke rekening siswa atau orang tua murid, pembangunan MCK yang harus di sertai dengan air yang bersih, sarpras yang belum mendukung.
Untuk itu dia berharap kepada kepala sekolah dan guru setelah mendapatkan TTP agar bekerja lebih semangat untuk generasi emas fagogoru, fokus pada pendidik bukan ikut-ikutan politik.
“ Kalau guru berpolitik anak didik akan jadi korban, waktu belajar sudah berkurang dan akhirnya juga guru akan kena dampaknya,” tutup IMS.
Pewarta : Amirudin Hi Ibrahim
Editor : Mahmud Daya
