TERNATE – Pada Minggu (4/7/21) plafon gedung Gamalama Plaza yang baru diresmikan pada 15 Februari lalu ambruk, dimana bangunan mega proyek melalui APBD Kota Ternate yang dibangun dengan sistem multiyears (kontrak tahun jamak) yang menghabiskan anggaran sebesar 70 miliar itu tiba-tiba plafon yang ada di lobi pada sisi utara ambruk.
Hal ini sempat menarik perhatian warga, karena bangunan yang baru dan belum difungsikan itu berada tepat di pusat kota, tepat pukul 11.45 wit ambruk beruntung tidak ada korban jiwa. Bahkan Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman langsung terjun ke lokasi memantau langsung kejadian tersebut.
“Tiba-tiba plafon itu langsung jatuh, untung tadi tarada orang yang lewat. Saya juga tara tau apa masalah sampai plafon itu dia rusak kong jatuh,” kata salah satu warga saat ditemui di lokasi kejadian. Kepala Dinas PUPR Kota Ternate Risval Tribudiyanto saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya bersama pelaksana langsung membentuk tim teknis untuk mencari tahu penyebab konstruksi plafon bisa ambruk.
“Apakah memang karena beban plafon sendiri atau karena beban lain yang terbeban ke plafon” katanya saat di konfirmasi. Sebab kata dia, setelah pihaknya terjun langsung ke lokasi terlihat ada beberapa pipa air yang tergantung di atas plafon. “Makanya ini yang di evaluasi bersama untuk segera dilakukan perbaikan karena ini masih masuk pemeliharaan,” jelasnya.
Dikatakan, pembangunan gedung mega proyek ini masih masuk dalam masa pemeliharaan, dan sepanjang masa pemeliharaan menjadi tanggung jawab rekanan jika terjadi kerusakan. “Bukan hanya itu saja kemarin seperti ada kaca yang pecah itu tanggung jawab rekanan untuk perbaikan. Dan masa pemeliharaan ini selama enam bulan sejak PHO, dan PHO ini kami baru lakukan tiga bulan lalu, jadi masih tiga bulan lagi,” ucapnya.
Menurut dia, selama masa pemeliharaan seluruh biasa perbaikan dibebankan ke pelaksana, sesuai dengan perpres. “Masa pemeliharaan rekanan wajib memperbaiki jika terjadi kerusakan-kerusakan, karena tanggung jawab masih full ke rekanan,” jelasnya.Dia menyebut kerusakan yang terjadi di lantai dasar namun tidak menutup kemungkinan di lantai lain, sehingga pihaknya nanti akan mengecek lagi jangan sampai terjadi pembebanan di lantai II dan III di plafon. Dia membantah kalau kerusakan ini akibat pekerjaan yang tergesa-gesa dan memburu waktu peresmian. “Bukan, karena bagaimanapun juga kita akan tetap melakukan ikhtiar-ikhtiar, dan tidak ada yang menginginkan hal ini terjadi dan hari ini juga mulai diperbaiki,” tegasnya.(cim)

