PMII Protes Kebijakan Bupati Kepsul

PMII Kepsul saat melakukan aksi

SANANA – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kepulauan Sula (Kepsul), menyesalkan kebijakan Bupati Kepsul, Hendrata Thes yang telah memerintahkan Sekretaris Daerah (Sekda), Syafrudin Sapsuha untuk meresmikan sub penyalur BBM di Desa Wainib, Kecamatan Sulabesi Selatan.

Peresmian yang dilakukan pada Selasa (1/9) itu, dianggap belum layak karena proses bangunannya belum selesai 100 persen. “ Kami merasa peresmian yang dilakukan oleh Sekda ini hanyalah terpaksa, karena diperintahkan oleh Bupati. Sebab, Sekda tahu betul mekanisme dalam proses pembuatan itu,” kata Ketua PMII Cabang Sanana, Sahril Soamole saat melakukan demonstrasi di kantor DPRD Kepsul, Rabu (2/9).

Sementara di Wainib itu, Sahril mengatakan, saat sedang dibangun SPBU Kompak. Maka dari itu, Bupati Kepsul Hendrata Thes harus adil dalam pengambilan kebijakan. Karena kalau hanya diutamakan sub penyalur, maka harga minyak yang dijual juga akan jauh lebih dari harga yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. Sementara SPBU Kompak ini adalah salah program dari Pemerintah Pusat untuk meringankan masyarakat dalam mendapatkan bahan bakar minyak.

Dia menambahkan, waktu yang mereka berikan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD untuk kembali melakukan pertimbang terkait dengan sub penyalur dan SPBU Kompak yang ada di Desa Wainib. “ Bila permintaan ini tidak diindahkan, maka PMII Cabang Kepulauan Sula beserta seluruh masyarakat Sulabesi Selatan akan gelar aksi berdarah,” tegas Sahril.

Sekedar diketahui, untuk sub penyalur BBM ini menggunakan CV Gwen Jaya. Sedangkan untuk SPBU Kompak menggunakan CV Sumayyah Nur Meccah.

Sementara Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) dan UKM Kepsul, Sofia Sjamlan saat dikonfirmasi via WhatsApp terkait dengan aksi tersebut, Sofia hanya membaca pesan yang dikirim oleh media ini, namun tidak menanggapinya.(nai)