“Sebelumnya, Kelompok Tani Koa Madiyahi telah memanen sebanyak 60 kilogram cabe, kemudian hari ini juga akan kita panen jagung sebanyak 1.312 kilogram, capaian ini adalah buah dari sinergi bersama, PKK Tidore juga telah melakukan budidaya bawang topo, bawang khas Tidore melalui kelompok tani Berkah Rezeki, telah berhasil panen sebanyak 850 kilogram,” Imbuhnya.
Sementara, mewakili Pimpinan Bank Indonesia Perwakilan Malut, Putu Agus Santika dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Tim Penggerak PKK Kota Tidore kepulauan bersama jajaran yang sudah dapat merealisasikan hasil binaan pertanian seperti jagung, cabe dan bawang, Bank Indonesia tugasnya menjaga stabilitas nilai rupiah atau inflasi, dan gejolak harga memang sering terjadi pada kebutuhan pangan untuk Maluku Utara.
“Gejolak harga bahan pangan ini terjadi karena produksi kita masih sangat dibawah dari konsumsi kita, jadi kita masih sekitar 80% itu beli dari daerah luar seperti Surabaya, manado dan Gorontalo, jadi kami sangat mengapresiasi, sebagai mitra kerja dari Pemerintah Daerah, Ibu-Ibu PKK juga tidak kalah, telah menggerakkan pertanian untuk menambah pasokan di internal Malut untuk mengurangi ketergantungan dari luar daerah,” Ucapnya.
Putu Agus Santika juga menambahkan, Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara akan terus memberikan dukungan melalui kolaborasi untuk meningkatkan produksi pertanian melalui program-program yang kedepannya akan disiapkan, intinya Bank Indonesia selalu siap untuk diajak berkolaborasi, serta berharap Kota Tidore Kepulauan melalui TPID akan terus mempertahankan penghargaan TP2DD Kota Terbaik di Wilayah Sulampua seperti tahun 2025. (hms)
