Polres Halsel Olah TKP Tabrakan Speedboat

Uang tunai yang berhasil diamankan

LABUHA – Polres Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) kembali melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dalam peristiwa tabrakan (laka laut) speed boat yang mengakibatkan Kepala BRI Unit Kawasi Obi dan seorang siswa Al Khairat Bibinoi meninggal dunia.

Olah TKP dipimpin langsung Wakapolres Kompol Rusli Mangoda, Sabtu (7/8/2021) pagi di perairan Desa Sawadai, Kecamatan Bacan Selatan. “Kita sudah melakukan olah TKP lanjutan dan sasarannya mencari barang bawaan penumpang korban laka laut, termasuk uang tunai yang dikabarkan sebanyak Rp 5 miliar,” kata Rusli ketika dikonfirmasi.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 unit speed boat Habibi 01 yang saat ini sudah ada di Pelabuhan Semut Kupal serta 8 unit mesin 40 PK milik speed boat Habibi dan Hasiqah. “Kita sudah amankan barang bukti milik speed boat keduanya,” kata Rusli.

Rusli mengakui, memang informasi awal yang beredar di masyarakat uang yang dibawa senilai Rp 5 miliar, namun sesuai hasil pemeriksaan terhadap pihak BRI, sambung Rusli, ternyata jumlah uang yang benar adalah sebanyak Rp 4 miliar.

Uang tersebut kini ditemukan sebesar Rp 3.034.700.000. “Iya informasi beredar dari masyarakat uang sebesar Rp 5 miliar itu tidak benar. Yang benar sebesar Rp 4 miliar. Dan itu laporan dari hasil pemeriksaan pihak BRI,” jelas Rusli.

Kini, Polres Halsel telah memeriksa kurang lebih 10 saksi, termasuk 2 motoris speed boat Habibi dan Hasiqah, 4 ABK, pihak BRI, penumpang dan Dinas Perhubungan. Kecelakaan laut antara Speedboat Habibi 01 dan Speedboat Hasiqah yang terjadi di perairan Bacan, tepatnya di Desa Sawadai dan Kubung Kecamatan Bacan Selatan pada Jum’at kemarin, (6/8/2021), pukul 18.10 WIT.

Akibatnya, dua penumpang speedboat Hasiqah meninggal. Julfan Hi Jafar, saksi dan juga motoris Speedboat Habibi 01 Rahmat mengungkapkan kejadian  sekitar pukul 18.10 Wit bertolak dari Desa Kawasi Pulau Obi menuju Desa Kupal Bacan, dengan membawa penumpang sebanyak 10 orang, diantaranya 7 WNI dan 3 WNA asal china, serta 3 ABK yang dikemudikan Iki.

Sedangkan, speedboat Hasiqah yang dikemudikan Faris alias Ais dari arah Bacan Kupal menuju Obi Kawasi membawa penumpang sebanyak 5 orang dan 3 ABK.  Ketika sampai di perairan Sawadai-Kubung lanjut Rahmat, jarak antara kedua speedboat kurang lebih 100 meter, dimana Speedboat Habibi mengambil jalur kanan atau mepet ke arah pantai, sedangkan Speedboat Hasiqah yang berlawanan arah juga mengambil jalur kiri atau mepet ke arah pantai.

Merasa berada di jalur yang sama, speedboat Habibi berusaha menghindar dan merubah haluan ke arah jalur kiri atau menjauh dari arah pantai. Disaat bersamaan, speedboat Hasiqah juga melakukan hal yang sama. Tabrakan kedua speedboat tak bisa dihindarkan. (nan)