Kapolres juga membantah barang bukti sianida tidak hilang seperti beredar di media dengan alasan membongkar kontainer yang berisi barang berbahan tidak sembarangan dilakukan.
Kapolres meminta kepada pihak expedisi dan perwakilan dari pemilik barang untuk membuka kontainer untuk melihat secara langsung. “Saya tegaskan lagi ini sekalian menjawab berita-berita hoax yang tersebar bahwa barang bukti hilang dalam kontainer,” tegas Kapolres.
Kendati demikian, pihak penyidik kepolisian sudah layangkan surat kepada pemilik sianida untuk memintai keterangan. Namun yang bersangkutan sedang merayakan Natal di luar negeri. “Penyelidikan belasan ton Sianida ini mengarah kepada dugaan tindak pidana perdagangan barang berbahaya,” ujar Kapolres.
Pewarta : Nandar Jabid
Editor : Zulkifli Hi Saleh
