SANANA – Pemuda Desa Pohea, Kecamatan Sanana Utara, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), meminta Polres Kepsul mengusut tuntas masalah proyek pembangunan masjid An Nur yang telah menghabiskan anggaran daerah sebesar Rp. 4,5 miliar.
“Kami berharap agar Polres Kepsul mengusut tuntas persoalan masjid An Nur Desa Pohea,” kata Sarif Fatgehipon, pemuda Desa Pohea, Rabu (9/9).
Sarif mengatakan, permintaan ini dengan maksud agar masalah rumah ibadah itu mendapat titik terang, siapa dalang dari masalah itu, sehingga kondisi masjid terlihat menyedihkan. “ Kita harus tahu siapa akar masalah yang membuat masjid ini tidak bisa diselesaikan. Kan kasihan, anggaran sudah dihabiskan tapi tidak selesai,” bebernya.
Masjid ini, lanjutnya, sudah dibangun sejak 2015, namun sampai 2020 tidak bisa diselesaikan. Kemudian, perusahaan yang kerjakan proyek ini bukan hanya satu, tetapi lebih dari 3 perusahaan. “ Lantai dua masjid masih tergoyang. Sampai sekarang belum ada penyelesaian,” ucap Sarif.
Sarif berjanji dalam waktu dekat mereka akan mendatangi Polres Kepsul untuk menanyakan perkembangan proses masalah tersebut. Sebab, laporan untuk masjid Pohea telah dimasukan oleh HMI beberapa waktu lalu bersama dengan 25 dugaan masalah proyek pembangunan lainnya. “ Iya, sehari dua kami datangi Polres,” ujarnya.(nai)

