Terpisah, Ketua STAI Babussalam Sula, Sahrul Takim mengatakan, untuk saat ini relawan masih fokus pada lima hal, diantaranya, relawan anti miras, tertib lalulintas, anti narkoba, anti kekerasan seksual dan relawan keselamatan perairan.
“Saat ini kita fokus utama terhadap masalahnya yang kerap terjadi di Kepulauan Sula, tentu sangat mungkin akan adanya tambahan relawan, hanya saja kita lihat masalahnya lagi. Salah satu mungkin relawan penanganan bencana alam,” ujarnya.
Lanjut Tim perumus Jaga Sula itu, bahwa ada tiga aspek dalam kegiatan tersebut yakni, mengadakan sosialisasi dan kerja sama dengan melibatkan seluruh unsur mulai dari lembaga pemerintah, swasta maupun lembaga-lembaga lain.
Kemudian Siskamling yang saat ini baru diresmikan empat desa, kemudian adalah pembinaan diinternal Polres Kepulauan Sula.
“Relawan yang baru saja dikukuhkan ini semua ketua-ketua pemuda yang berada di dalam kecamatan Sanana, karena baru tahap awal. Semoga kedepan kita bisa bekerja sama dengan Dinas pemuda dan olahraga agar seluruh relawan di kecamatan lain juga dibentuk,” pungkasnya. (**)
