Arif menegaskan, penyidik akan menelusuri kasus ini dari bawah untuk mengungkap rantai pasok hingga pelaku pengoplosan. “Kita masih melakukan penyelidikan dari tahap awal. Kita sedang mencari nama supplier yang memasukkan BBM oplosan tersebut dan berusaha mendapatkan siapa pengoplosnya,” pungkasnya.
Dugaan BBM oplosan tersebut mencuat setelah sebuah video berdurasi 2 menit 58 detik memperlihatkan dugaan peredaran BBM oplosan di Kota Ternate, Maluku Utara, viral, Minggu (1/11/2026).
Polisi kemudian melakukan penindakan di salah satu kios di Kelurahan Bula. Dalam penindakan itu, petugas mengamankan 22 botol air mineral berisi BBM jenis Pertalite sebagai barang bukti.
Seluruh barang bukti kemudian dibawa dan diamankan di Polres Ternate untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Keterangan Pemilik Kios Berdasarkan keterangan pemilik kios berinisial AB (44), BBM tersebut diperoleh dari seorang pria tidak dikenal yang datang menggunakan sepeda motor Yamaha Mio M3 125 berwarna silver hijau pada Minggu (1/11/2026), sekitar pukul 10.30 WIT.
Pria tersebut menawarkan satu jerigen berkapasitas 25 liter berisi BBM yang disebut sebagai Pertalite dengan harga Rp330.000. AB kemudian membeli BBM tersebut dan memindahkannya ke dalam botol air mineral menggunakan selang untuk dijual kembali secara eceran.
Namun, setelah jerigen dibuka, AB mengaku sempat mencium bau bensin dari BBM tersebut. Sekitar pukul 13.00 WIT, sebanyak dua liter BBM itu terjual kepada seorang pengendara sepeda motor Kawasaki KLX dengan harga Rp30.000.
Akan tetapi, sekitar 15 menit kemudian, pembeli tersebut kembali ke kios dan mengeluhkan sepeda motornya tidak dapat dinyalakan.
Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan kandungan BBM tersebut serta mengungkap asal pasokan dan pihak yang diduga bertanggung jawab atas pencampuran BBM tersebut. (an)