WEDA – Curah hujan tinggi yang melanda wilayah Kota Weda, membuat sejumlah wilayah terendam banjir, termasuk pondok pesantren Darul Hunafah yang terletak di Desa Nurweda, Kecamatan Weda.
Ponpes tersebut kini dikepung air setinggi betis orang dewasa hingga mengenai ruangan belajar dan tempat nginap para santri.
“Sampai saat ini masih tergenang, belum surut dan air masih menggenangi ruang kelas, ruang tinggal anak-anak masih terendam air,” ucap Pengelola Ponpes, Anas Salim. Anas berharap kondisi yang memprihatinkan itu bisa diketahui oleh pemda dan bisa membantu alat berat untuk membuka jalan air yang di belakang GOR menuju ke arah laut.

Anas juga mengaku telah melapor ke pihak kontraktor GOR, tapi katanya alat berat semuanya rusak. Bahkan dirinya telah ke kantor Dinas PUPR dan mengaku akan menurunkan alat berat, namun hingga saat ini belum diturunkan.
“Saya sudah laporkan ke bos kontraktor GOR tapi mereka alasan alat berat milik mereka rusak. Hal yang sama juga saya sampaikan ke dinas PUPR namun mereka hanya janji,” akunya.
Akibat genangan air yang memenuhi ruang belajar dan kamar para santri membuat para santri SDIT dan Madrasah sore sementara ini diliburkan. “Sudah dua hari ini air belum surut,” terangnya.
Anas mengaku bingung dan mau berharap ke siapa lagi. Sebab dirinya sudah lapor ke pihak kontraktor dan dinas PUPR tapi tidak ada solusi sama sekali.
“Jadi akar masalah banjir ini hanya satu saja, dong buka jalan air yang menuju laut yang berada di belakang GOR yang tadi sore tong gale dia abang, orang PU bilang nanti dong pake alat, tapi sampai sore tadi tara lia alat berat,” tukasnya.
Tak itu saja, dia bersama para pengurus ponpes terpaksa membuat jalur air untuk bisa mengalir keluar. “Karena tidak ada gerakan cepat dari pemkab untuk membuka jalur air, makanya kami membuka sendiri dengan peralatan seadanya,” tuturnya. (udy)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

