TERNATE – Sampai kini Pemkot Ternate masih kewalahan dalam pengelolaan PAD, khususnya bersumber dari retribusi parkir khusus. Hal ini karena terkendala portal elektronik pada beberapa titik yang belum beroperasi, terutama di pintu masuk Terminal dan beberapa titik lain.
Dari pantauan di lapangan, portal elektronik ini sudah dipasang pada titik lokasi yang ada maka memungkinkan pendapatan Pemkot Ternate bakal naik, sebab penagihan retribusi dihitung setiap kali masuk. Namun realisasinya belum jalan akibat Dinas Perhubungan Kota Ternate terkendala dengan anggaran untuk pemasangan portal elektronik tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Ternate Faruk Albaar dikonfirmasi mengaku, pengelolaan retribusi parkir di Kota Ternate ini belum dapat berjalan maksimal, akibat dari belum beroperasinya parkir elektronik. “Saya akui kalau itu capaian kita masih kurang, karena alat portal juga belum ada yang beroperasi,” katanya. Salah satunya termasuk portal elektronik yang ada di depan ruko Jatiland yang sampai kini tidak berfungsi, begitu juga dengan portal elektronik di pelabuhan semut.
“Itu karena alat kita belum dipasang, karena tidak ada anggaran untuk itu. Padahal di lokasi itu potensinya cukup besar, dalam sebulan saja bisa kita capai sampai ratusan juta kalau portalnya beroperasi, karena kalau menggunakan portal elektronik maka retribusi dihitung sekali masuk,” ungkapnya.
Hal yang sama kata dia, seperti di terminal gamalama, mestinya di lokasi tersebut juga dapat dipasang portal. Kendala selama ini tidak ada portal elektronik, sehingga kendaraan yang keluar masuk terminal hanya bermodalkan karcis yang dibayar sebelumnya. “Kalau portal elektronik itu tetap dihitung sekali masuk, makanya sejak awal saya minta kami di Dishub ini butuh portal untuk kita genjot pendapatan,” tegasnya.
Dia mencontohkan, pengelolaan pendapatan yang meningkat dengan menerapkan portal elektronik seperti di pintu pelabuhan perikanan Bastiong, pada lokasi itu dalam sebulan capaiannya dari retribusi parkir bisa capai Rp 1 miliar. “ Ini juga bisa kita terapkan, karena portal elektronik itu juga menghindari kebocoran, selain itu PAD kita lebih meningkat,” tegasnya, sembari berharap pada tahun depan dapat dialokasikan anggaran untuk pemasangan portal elektronik.(cim)

