TERNATE- Cuaca ekstrim yang terjadi pada Minggu (20/2/22) di perkirakan dapat terjadi sampai sepekan ke depan, bagi warga yang bepergian dapat memperhatikan kondisi cuaca karena selain hujan dan angin kencang tapi terjadi kenaikkan tinggi gelombang pada sejumlah wilayah yang ada di Maluku Utara.
Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Babullah Ternate Setiawan mengatakan, pihaknya telah memberikan peringatan dini untuk kondisi cuaca beberapa hari ke depan di Maluku Utara, berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sertai petir dan angin kencang terutama bagian utara dan tengah dari Maluku Utara, meskipun wilayah lain di prediksi dalam kondisi yang tidak berbeda.
Di menyebutkan, hal ini karena ada nya sirkulasi pola angin siklonik terjadi di utara papua kemudian kondisi siklonik pada wilayah utara Australia, menyebabkan wilayah Maluku Utara khususnya bagian utara terjadi konvergensi ringan, serta terjadi belokan angin. “Kondisi seperti itu akan meningkatkan pembentukan awan konvektif seperti awan yang menghasilkan guntur dan angin di sebagian besar wilayah Maluku Utara,” katanya Minggu (20/2/22).
Menurut dia, ini di perkuat dengan kondisi lokal pada wilayah Maluku Utara masih relatif tinggi sehingga Maluku Utara lebih lembab, yang memungkinkan terjadi pembentukan uap air di wilayah Maluku Utara.
“Karena ada nya pergeseran dari matahari yang akan memulai memasuki khatulistiwa, sehingga di wilayah khatulistiwa di bagian selatan seperti perairan laut Maluku kemudian laut banda lebih hangat, sehingga pada wilayah tersebut pola angin sirkulasi siklonik,” ucapnya.
Dia menjelaskan, sirkulasi ini maka di tempat tersebut terjadi pusat tekanan rendah, sehingga menarik masa udara dari wilayah utara terutama dari laut pasifik bagian utara yang memiliki masa uap air cukup dominan dan tinggi, dan menjadikan wilayah Maluku Utara pada beberapa hari ke depan terutama hari ini kondisi cuaca ekstrim pada siang dan sore hari.
“Kita melihat selama satu pekan ke depan baru kita update kembali, karena di satu sisi adanya penguatan siklonik di wilayah selatan bagian utara papua atau bagian utara laut Australia itu memungkinkan terjadi penarikan masa angin sehingga terjadi cuaca ekstrim, ini juga mengakibatkan naiknya tingggi gelombang di laut maluku mulai dari perairan loloda hingga obi dan sanana mengalami kenaikkan tinggi gelombang, termasuk perairan Ternate ke Bitung, termasuk daerah di laut sulawesi seperti timur Halmahera, kemudian perairan Morotai, Tobelo sampai Halteng mengalami pengaruh dari kenaikkan tinggi gelombang, karena pengaruh dari akumulasi kecepatan angin dari utara ke wilayah selatan atau angin monsen asia makin menguat ke wilayah kita, ” jelasnya.
Dia mengatakan, hal ini menguatkan adanya pergerakan dari angin pasat timur laut menuju Maluku Utara yang mengakibatkan terjadinya cuaca ekstrim, berupa hujan lebat di sertai angin dan kenaikkan tinggi gelombang.
Pihak nya sendiri kata dia, telah melakukan koordinasi dengan KSOP agar dua atau tiga hari ke depan proses pelayanan dapat memperhatikan kondisi kenaikan tinggi gelombang, bahkan operator perijinan nelayan tangkap juga sudah di berikan informasi adanya kenaikkan tinggi gelombang sekaligus cuaca ekstrim. “Hal ini mengakibatkan jarak pandang di lautan kurang mendukung dalam proses pencarian ikan, artinya keselamatan nelayan juga perlu di prioritaskan,” tandasnya.(cim)

